Friday, 18 October 2019

Kadin Dukung Langkah Pemerintah

Sabtu, 12 September 2015 — 7:06 WIB
kadin-sub

JAKARTA (Pos Kota) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perbankan dan Finansial mendukung langkah pemerintah mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi Tahap I September 2015.

Selaku perwakilan dunia usaha,  Kadin menilai, paket kebijakan ekonomi ini menjadi terobosan yang komprehensif agar bisa keluar dari tekanan ekonomi, dengan harapan dapat memberikan kemudahan-kemudahan yang diperlukan bagi dunia usaha dalam merespons situasi sulit yang dihadapi saat ini.

“Langkah selanjutnya Pemerintah diharapkan segera bergerak cepat dalam mengimplementasikan paket kebijakan tersebut dengan mengajak dunia usaha untuk merespons secara tepat dan cepat situasi ekonomi saat ini melalui perumusan kebijakan jangka pendek yang diperlukan dunia usaha,” tandas Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial, Rosan P. Roeslani.

“Banyak sumbatan dalam pembangunan ekonomi yang membutuhkan deregulasi.  Nah, salah satunya  terkait daya saing industri nasional melalui revitalisasi industri yang 10 tahun terbengkalai karena kita terlena dengan harga komoditi primer dan belum kuat dan dalamnya struktur industri nasional, serta belum optimalnya alokasi sumber daya energi dan bahan baku serta pembiayaan industri,” tambahnya.

“Industri bisa menjadi fondasi baru perekonomian nasional. Yang dimaksud dengan industri tidak hanya sebatas teknologi fabrikasi dan manufaktur, tetapi lebih pada peningkatan nilai tambah produk,” terang Rosan.

Chairman Recapital Group ini menambahkan, ada tiga sektor Industri yang perlu mendapatkan penekanan. Tiga sektor itu adalah industri yang berbasis agribisnis, industri yang berbasis komoditas, dan industri yang berbasis maritim.

“Tanpa membangkitkan kembali industri, khususnya di sektor agrikultur dan maritim, maka petani, peternak dan nelayan tidak akan berdaya dan tidak pernah sejahtera. Karena nasib mereka dikendalikan pedagang besar dan tengkulak. Padahal mereka yang berproduksi. Kalau ini dibiarkan, maka struktur ekonomi kita tidak produktif, melainkan eksploitatif.”

“Tiga sektor ini yang perlu diprioritaskan. Karena kita tidak mengawali dengan sesuatu yang baru dan asing. Agribisnis, komoditas, dan maritim sudah menjadi kekayaan dan unggulan Indonesia hingga saat ini. Kita hanya perlu memberikan nilai tambah pada kualitas produk yang ditawarkan,” papar Rosan.

Untuk implementasinya Kadin mengajak pemerintah daerah untuk bersinegritas dengan dunia usaha yang secara fokus secara bersama-sama mengembangkan sektor perkebunan (Beralih ke produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi); sektor Tanaman Pangan (Meningkatkan produktivitas yang menjamin ketahanan pangan nasional); sektor Perikanan (Mengurangi tangkapan perikanan laut, membangun produksi akuakultur); sektor Pertambangan Nikel (Meningkatkan ekspor nikel setengah-jadi); sektor Industri (hilirisasi).

“Kita ingin Kadin berkembang menjadi mitra pemerintah yang kredibel. Selain itu, Kadin perlu diarahkan untuk memfasilitasi kepentingan dunia usaha, harus mempu menjabarkan apa yang dibutuhkan dunia usaha,” pungkas Rosan.(lina/d)