Thursday, 14 November 2019

Pesta Cukrik di Warung, 4 Orang Tewas

Kamis, 17 September 2015 — 13:56 WIB
Foto-Ilustrasi.

Foto-Ilustrasi.

SURABAYA (Pos Kota) – Meski sudah banyak korban tewas akibat minuman keras (miras), namun masih ada yang tetap menenggak minuman haram itu. Dua tahun lalu, di Surabaya pernah terjadi 14 orang tewas akibat berpesta minuman miras.

Kini, kejadian dua tahun lalu itu nyaris terulang dengan memakan hampir banyak korban. Setelah melakukan pesta miras selama tiga hari di sebuah warung di Jalan Wonokusumo Semampir.

Hasilnya? Hingga Rabu (16/9)malam, ditemukan empat orang tewas bergelimpangan.

Minuman keras jenis arak cukrik di Surabaya telah menelan empat korban jiwa. Keempat korban itu Wawan, 35 tahun, warga Kalianak, Kamim 35 tahun, dan Tinggal 37 tahun, keduanya warga Wonosari, kemudian Rachmad Dani 40 tahun, warga Wonokusumo Wetan Surabaya.

AKP Junaidi, Kanit Reskrim Polsek Semampir, mengatakan terungkapnya empat korban jiwa yang meninggal akibat pesta miras, berawal dirinya mendapatkan laporan dari Awi, seorang tokoh masyarakat di Wonokusumo kalau ada seorang warga meninggal karena pesta miras.

“Kita dapat informasi itu baru sore tadi kalau ada warga bernama Rachmad Dani meninggal karena habis pesta miras,” kata AKP Junaidi Kanit Reskrim Polsek Semampir, Rabu (16/9) malam.

Dalam kasus ini, polisi juga merasa kecolongan karena keluarga korban tidak ada yang melapor. Polisi baru mengetahui kasus ini saat korban keempat tewas. Junaedi mengatakan, berdasarkan data sementara, pada Sabtu (12/9) ada sekitar 10 orang berpesta miras jenis cukrik di sebuah warung kopi di Jalan Wonokusumo 41.

“Mereka memang tidak minum terus selama tiga hari. Mereka beristirahat, kembali ke rumah. Tetapi mereka balik lagi ke warung untuk minum cukrik hingga tiga hari,” ujar Junaedi.

Pada Senin malam, korban pertama, Wawan, tumbang. Keluarganya membawanya ke Rumah Sakit di Karang Tembok. Dari situ Wawan dirujuk ke RS dr. Soewandhi. Tetapi saat dirawat, Wawan tewas.

“Ternyata tak lama kemudian, korban kedua yakni Tamim juga tewas tak lama setelah Wawan tewas,” lanjut Junaedi.

Korban ketiga yakni Tinggal diketahui tewas pada pagi hari ini. Dan pada siang hari ini sekitar pukul 14.00 WIB, giliran Ramadhani yang tubuhnya tak kuat menahan sakit akibat miras. Ramadhani juga tewas.

“Korban pertama hingga ketiga sudah dimakamkan oleh keluarganya. Sementara korban keempat belum. Kami akan lakukan autopsi untuk menemukan penyebab kematian yang lebih detil.” jelas Junaedi,Kamis (17/9).

Selain melakukan otopsi, Junaedi juga akan terus mencari saksi terkait kasus ini. Junaedi juga akan mencari barang bukti lain termasuk miras yang telah menewaskan keempat korban. “Kami akan dalami kasus ini,” tandas Junaedi.

Dari keterangan Alianur,44, kakak kandung Rachmad Dani, korban memang sering mengkonsumsi miras. Bahkan, meski sering diingatkan, adiknya tetap tidak menggubris hingga maut menjemputnya.

“Sudah sering diingatkan. Tapi ujung-ujungnya perang mulut, hingga akhirnya dibiarkan saja oleh semua keluarga,” katanya.

(nurqomar/sir)