Tuesday, 19 November 2019

Wanita Kurir Narkoba Ngompol Saat Ditangkap

Kamis, 17 September 2015 — 18:46 WIB
Wanita bertubuh gempal ditangkap karena dituduh jadi kurir shabu (ifand)

Wanita bertubuh gempal ditangkap karena dituduh jadi kurir shabu (ifand)

JAKARTA (Pos Kota) – Wanita yang menjadi kurir narkotika diamankan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN), di Jalan Bandengan Utara, Penjaringan, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu. Saat ditangkap, perempuan berusia 38 tahun ini kencing di celana karena ketakutan.

Tersangka Yuliani, tak bisa berkutik saat petugas menangkapnya di taksi yang ia tumpangi. Perempuan bertubuh gempal itu diketahui mengambil h paket berisi shabu seberat 3.196,2 gram.

Kabag Humas BNN, Slamet Pribadi mengatakan, penangkapan itu sendiri berawal dari informasi ada pengiriman shabu. Yuliani diketahui menjadi penerima paket lima kardus berwarna hijau putih yang bertuliskan environmental care. “Di paket itu juga terdapat mesin blower yang di dalam selang mesinnya terdapat shabu,” katanya, Kamis (17/9).

Petugas yang sudah memantau, kata Slamet, langsung menyergap pelaku saat dia akan pergi menggunakan taksi. “Waktu kita tangkap dia di dalam taksi, saking takutnya, dia ngompol didalam taksi,” ujarnya.

Yuliani, mengaku menjadi kurir shabu akibat perkenalannya dengan WNA Malaysia berinisal D melalui facebook. Dari situ, hubungan jarak jauh pun dilakukan keduanya. “Saya cuma disuruh untuk mengambil paket dan setelah itu menyerahkannya,” kata Yuliani.

Menurutnya, aksi yang dilakukan itu sudah berjalan tiga kali. Ia  mengaku sudah mendapatkan keuntungan yang lumayan dari pekerjaannya menjadi seorang kurir. “Waktu pertama memang nggak tahu kalau isinya shabu. Cuma selanjutnya saya tahu karena dari situ saya dikasih uang sekitar Rp10 juta,” tuturnya.

Yuliani juga mengaku, dari uang yang didapat itu, ia bisa pergi ke Thailand. Hal itu dilakukan karena sebelumnya ia sempat janjian dengan D yang merupakan kekasih jarak jauhnya. “Cuma disana saya bukannya ketemu sama dia (D) tapi malah disuruh bawa shabu,” ungkapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Yuliani mendekam diruang tahanan BNN. Atas perbuatannya pelaku terancam Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. (Ifand)