Tuesday, 22 October 2019

Tawuran Gabungan, Dua Siswa di Bogor Luka

Jumat, 2 Oktober 2015 — 14:52 WIB
*Illustrasi

*Illustrasi

BOGOR (Pos Kota) – Tawuran pelajar kembali terjadi. Berbagai cara sudah ditempuh Dinas Pendidikan dan Kepolisian. Namun aksi jalanan pelajar berseragam putih abu-abu yang mempersenjatai diri dengan senjata tajam ini kerap terulang.

Kasus tawuran pelajar terakhir pada Jumat (2/10) sekitar pukul 07.35 pagi yang melibatkan beberapa sekolah, mengakibatkan dua pelajar sekarat dan kini dirawat intensif dokter rumah sakit.

Menurut informasi, tawuran antar pelajar ini berlangsung di depan Toserba Griya Citeureup Kabupaten Bogor.

Sekelompok pelajar asal SMA swasta yang bergabung dengan sekolah lain melawan sekelompok pelajar yang juga gabungan dengan SMA.

Kapolsek Citeureup, Kompol Muhamad Chaniago saat dikonfirmasi menuturkan, saat itu pelajar sedang berkumpul didekat tukang buah. Mereka dalam persiapan berangkat sekolah.

Tiba-tiba mereka diserang oleh pelajar yang bergabung dengan pelajar lain di Bogor.

Serangan mendadak yang mengunakan senjata tajam berupa celurit, gir, samurai, gergaji dan bambu ini, mengakibatkan M Faruq 17, warga Karang Asem Timur Citeureup dan Anwar 15, warga Banceuy Desa Babakan Madang ini terluka.

Keduanya yang mengeluarkan banyak darah, sempat dibawa ke Puskesmas terdekat. Namun akhirnya dirujuk ke RSUD Cibinong, karena luka sabetan clurit cukup serius.

“Selain memang tidak ada persiapan karena mau ke sekolah, pihak dari korban juga kalah jumlah. Mereka kabur tapi dua orang yang terlambat, lalu di bacok dari belakang oleh musuhnya,”kata Kompol Chaniago.

Faruq menderita luka dibagian lutut dalam sebelah kanan. Sedangkan Anwar menderita luka sobek pada bagian punggung tembus lengan lipatan ketiak, sobek pada bagian punggung tengah dan sobek pada bagian punggung sebelah kiri.

Kapolsek menambahkan, korban dan rekan-rekannya sempat berlari ke belakang Yayasan Ash Shoheh. Namun mereka terus dikejar.
Petugas yang tiba dilokasi, lalu membubarkan aksi tawuran dan membawa korban ke rumah sakit.
Proses penyilidikan, petugas lalu mendatangi sekolah dari dua kubu yang tawuran.

“Petugas ke masing-masing sekolah untuk mencari identitas para pelaku.
Kami lalu koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kecamatan dan Kabupaten Bogor. Para guru dan Kepala Sekolah dari sekolah yang siswanya terkait tawuran, kami mintai keterangan,”tandas Chaniago sambil menambahkan, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti saat melakukan olah TKP.

(yopi/sir)

Terbaru

Polwan (berkerudung) mengajak bicara wanita yang ditemukan linglung di Depok.
Selasa, 22/10/2019 — 8:12 WIB
Wanita Necis Ditemukan Linglung di Depok
serakah
Selasa, 22/10/2019 — 7:51 WIB
Serakah, Rakus, Kemaruk
Selasa, 22/10/2019 — 7:42 WIB
Menunggu Kerja Cerdas Kabinet Kerja Jilid II