Wednesday, 20 November 2019

Perusahaan Jepang di Indonesia Diminta Tidak Lakukan PHK

Selasa, 6 Oktober 2015 — 14:25 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Perusahaan Jepang di Indonesia, khususnya dari Toyama, diminta tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), meski kondisi ekonomi global tengah melambat. Sebab, kerja sama Indonesia Jepang sudah lama dan sangat baik.

“Apalagi Indonesia selama ini sudah menjadi pasar yang bagus bagi produk-produk manufaktur Jepang,” kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharram saat menerima Gubernur Toyama, Ryuichi Ishii dan delegasi ekonomi dari Provinsi Toyama, Jepang di kantornya, Selasa (6/10).

Ia juga meminta perusahaan Jepang tetap memberi kesempatan yang baik untuk tenaga kerja Indonesia mengikuti program magang dan bea siswa.

“Kami berharap tahun depan ada kerjasama konkrit dalam pengembangan SDM Indonesia bisa magang di Jepang. Misalnya, SDM Indonesia dilatih di Jepang untuk bidang packaging produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang selama ini masih lemah.

Gubernur Toyama

Sementara itu, Gubernur Toyama, Ryuichi Ishii, mengungkap kedatangannya ke Indonesia untuk meningkatkan kerjasama ekonomi antara Provinsi Toyama dengan Indonesia.

“Sudah banyak perusahaan asal Toyama yang berinvestasi di Indonesia, seperti YKK Corp, Nachi-Fujikoshi, Tanaka Selmitsu Kogyo dan sebagainya,” jelasnya.

Wilayah Toyama dikenal selain sebagai sentra manufaktur dan pariwisata, juga dikenal sebagai sentra industri farmasi dengan omzet mencapai 608,9 miliar yen.

“Kami juga menyiapkan program magang dan beasiswa di Toyama, yang kemudian akan disalurkan ke perusahaan di Toyama atau perusahaan patungan yang ada di Indonesia. Kerjasama penerimaan trainee sudah dilakukan sejak tahun 2000 dengan jumlah 114 orang,” terang Ryuichi.

Untuk itu, Ryuichi berharap adanya dukungan dari Indonesia bagi perusahaan Prefektur Toyama yang sudah masuk ke Indonesia.

Juga, meminta dukungan terhadap lingkungan investasi, karena banyak perusahaan ‎di Toyama yang ingin mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

“Kami Mohon dapat berinvestasi dengan lancar seperti mengurangi jumlah modal disetor minimal bagi perusahaan luar negeri di Indonesia,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, ia juga meminta ada kerjasama bisnis di daerah-daerah di Indonesia, termasuk mengembangkan UMKM di Indonesia. “Termasuk mempromosikan pertukaran budaya antara Indonesia dan Jepang,” ujarnya. (setiawan/wt)