Tuesday, 12 November 2019

Ini Lelaki Cap Apa, Berantem dengan Istri Kok Main Gigit

Rabu, 7 Oktober 2015 — 4:58 WIB

JIKA bisa diberi cap, lelaki model Ngasiyo, 35, ini pasti cap kuda terbang. Soalnya nggak mutu sama sekali. Berantem dengan istri kok sampai main gigit kayak monyet. Ny. Wiwik, 30 yang tak terima diperlakukan demikian langsung mengadu kepada orangtuanya, sehingga tukang servis HP inipun ditangkap.

Cemburu itu katanya bumbunyi cinta. Tanpa cemburu berarti tak ada cinta, karena cemburu itu pertanda takut kehilangan orang yang sangat dicintai. Tapi ternyata tak semua lelaki bisa memahami perasaan wanita. Ketika pasangannya dilamun cemburu yang meledak-ledak, dianggapnya terlalu protek pada suami. Jikalau lelaki nggak boleh begini begitu, kurung saja di rumah biar seperti ayam jago kukuruyukkkk……

Ngasiyo warga Danurejan, Yogyakarta, rupanya tak memahami bahwa cinta istrinya setinggi Gunung Merapi, meski dirinya hanya seorang tukang servis HP. Begitu cintanya pada suami, gerak-gerik suaminya sepanjang waktu selalu dipantau. Andaikan punya duit banyak, pasti di tempat kerja suami dipasangi CCTV, agar semua aktivitasnya bisa dikontrol dari rumah.

Mengapa Wiwik selalu memantau kegiatan suami? Terus terang, dia takut bila ditinggalkan sewaktu-waktu. Soalnya perkawinannya dulu dengan Ngasiyo hanya siri, bukan di KUA. Dengan demikian bila mau cerai, tak perlu sidang di Pengadilan Agama, panggil ustadz dibaca-bacai doa, bubar sudah ikatan perkawinan itu. Bagaimana nggak rugi itu kaum wanita, padahal kata Sutan Bathugana: sudah masuk itu barang!

Saking getol melakukan pengawasan melekat pada suami, sampai-sampai HP suami juga dikontrol, apa saja SMS yang masuk. Sekedar order dari konsumen atawa ada pesan-pesan khusus yang mengancam stabilitas rumahtangganya.

Beberapa hari lalu Wiwik menemukan SMS misterius untuk suaminya. Isinya sangat mesra, cenderung menjurus urusan seks. Kontan rasa cemburunya meledak-ledak. “Siapa mas yang kirim SMS seperti ini?” tegur Wiwik penuh selidik. Ngasiyo yang sedang menyolder  HP itupun terkejut, dan jawabnya kemudian, “Ya dari pelanggan, masak dari setan.”

Masak setan mengajak hubungan di atas ranjang, ini setan cap apa? Ngasiyo tak menyangka sejauh itu istrinya menerjemahkan kata-kata mesra dari HP. Karena terpojok dia balik menyalahkan istri. “Kamu juga sih yang kurang kerjaan, buka-buka SMS segala, pusing sendiri kan?” kata Ngasiyo.

Ternyata beda pendapat tak sampai di situ saja. Suami istri ini terus bersitegang. Karena istri ngeyel “sakecap padha sakecap” (ngomong terus), Ngasiyo jadi marah. Istrinya pun ditempeleng sampai terjungkel. Begitu istri jatuh, langsung Ngasiyo menggigit kuping istrinya saking gemasnya, presis kayak raden Hanoman dalam kisah Perang Ngalengka.

Tak hanya itu, Wiwik kemudian dimasukkan kamar, dikunci dari luar. Ceritanya, istri mau disekap, biar jangan kelayapan. Tapi Wiwik yang banyak akal bisa jebol jendela dan kabur ke rumah orangtuanya di Godean. Di sana dia mengadukan kelakuan suaminya. Orangtuanya tentu saja tak terima, masak anak perempuannya dibanting, memangnya gasing. Mana berantem dengan istri kok main gigit, ini suami cap apa?

Ya cap kuda terbanglah. (JPNN/Gunarso TS)