Thursday, 14 November 2019

Naik Delman, Naik Becak, Naik Gunung!

Kamis, 8 Oktober 2015 — 5:45 WIB

SEBENARNYA lagu anak-anak sangat banyak jumlahnya. Ratusan, mungkin juga ribuan. Tapi, apakah anak-anak  sekarang ini sering mendengar lagu-lagu mereka?  Jawabannya, sangat diragukan. Kalau mendengar atau ikut mendendangkan lagu remaja, atau dewasa, bisa disebut setiap saat.

Coba, dengar anak-anak balita sudah hafal lagu lagu dangdut koplo. Dari lagu Bang Toyib, Bang Jono sampai ‘Sakitnya di sini’. Lagu-lagu tersebut memang sering didengar mereka, di radio, TV, dalam hajatan di kampung-kampung, dari pengamen, atau topeng monyet yang setiap sore digelar di perempatan gang pemukiman penduduk. Masih bersyukur,  tukang odong-odong memutar lagu anak-anak. Tapi, jumlahnya pun kalah dengan lagu-lagu dewasa.

Kalau boleh saling mengingatkan, bahwa lagu anak-anak yang baru memang tidak ada. Atau katakan, tidak lagi, seperti era Chica Koeswoyo, Eno Lerian, Adi Bing Slamet, dan pengarang lagu Papa T Bob? Penyanyi cilik nggak ada. Mengapa ya? Ya, barangkali, lagu anak-anak kurang menguntungkan dalam bisnis industri musik? Apa iya?

Ya, kalau begitu, ini kewajiban orang tua, untuk rajin-rajinlah mengenalkan anak-anak pada lagu seusia mereka. Lagu-lagu anak jaman bahela juga bagus-bagus.

Tapi memang harus hati-hati dan jelas menerangkan arti syair lagu-lagu yang dinyanyikan, karena mungkin sekarang ini  tidak ada lagi benda, obyek yang digambarkan dalam syair.

Misalnya, ‘Pada hari minggu kuturut ayah ke kota, naik delman istimewa ku duduk di muka. Atau lagu, tukang becak? “ Becak-becak coba bawa saya. berkeliling  kota?  Tapi, delam dan becak  kan sudah nggak ada di kota?

Atau boleh juga  lagu; “ Naik-naik ke puncak gunung, tinggi- tinggi sekali. Kiri kanan kulihat saja, banyak pohon cemara”.

Wah sayang,  gunung pada meletus, hutan gundul  dibakar, pohon cemara habis ditebangi!     -massoes

Terbaru

ilustrasi
Jumat, 15/11/2019 — 6:34 WIB
Habisi Anak-Istri, Bapak 2 Anak Gagal Mati
Jumat, 15/11/2019 — 6:20 WIB
Regulasi Skuter Listrik
Pasukan biru Satpel SDA Kecamatan Kembangan menguras saluran tertutup dengan ketebalan lumpur 40 cm di saluran Phb Taman Kota di Kelurahan Kembangan Utara, Jakbar. (Rachmi)
Jumat, 15/11/2019 — 6:06 WIB
Pasukan Biru Kuras 324 Saluran di Kembangan
ayo
Jumat, 15/11/2019 — 5:32 WIB
Biadab, Biadab, Biadaaabbb!