Sunday, 17 November 2019

Gugatan ke Salak Hotel, Warga Optimis Menang

Sabtu, 10 Oktober 2015 — 11:22 WIB

BOGOR (Pos Kota) – Proses hukum atas gugatan warga terdampak dari pembangunan tower Salak Hotel di bilangan Jalan Jalak Harupat Kota Bogor memasuki pemeriksaan keterangan saksi.

Bahkan memasuki sidang yang ke sepuluh, majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung turun kelokasi, guna mencari kebenaran dari gugatan warga.

Juru bicara warga, Argon mengatakan, tiga majelis hakim yang memimpin sidang dinilainya sangat obyektif. Ketiga hakim itu perempuan semua.

“Ada hakim Nelfi Kristin, hakim Retno dan hakim Indah. Dengan berjalannya sidang hingga yang ke sepuluh kaminya ini, kami warga sangat optimis menang,” kata Argon Sabtu (10/10).

Rasa optimismenya Argon semakin kuat, ketika hakim persidangan meninjau lokasi, guna membuktikan argumen warga. Dalam peninjauan itu, terdapat beberapa temuan yakni, jarak batas bangunan hotel 20 lantai itu dengan rumah warga hanya berjarak 1,5 meter.

“Kemudian ditemukan ijin lingkungan yang dimanipulasi, dimana yang menanda tangan izin itu bukan pemilik sah rumah, tapi warga yang mengontrak,” ujarnya.

Dalam penelusuran, ternyata orang yang mengontrak dirumah warga yang memberi ijin, adalah orang yang masih bertalian dengan Hotel Salak.

Masuk Cagar Budaya

Tidak hanya itu, kawasan Jalak Harupat menurut ahli, sudah masuk dalam kawasan cagar budaya yang tidak boleh lagi merubah fisik dan bentuknya.

“Jadi saya tegaskan, ada beberapa warga tanda tangan memberi izin pembangunan Tower Salak Hotel. Akan tetapi mereka bukan warga atau pemilik rumah, melainkan warga yang dikontrakan oleh manajemen Hotel Salak. Modus ini untuk mendapat tanda tangan persetujuan sarat dapat IMB. Ini berbahaya,” papar Argon.

Hingga saat ini, sudah empat saksi diperiksa, dimana satu saksi ahli dan tiga saksi ahli.

Keterangan para saksi, membuat warga terdampat merasa sangat yakin menang.

“Tuntutan kami, agar Pemkot Bogor membatalkan IMB Tower Salak Hotel,”ujarnya.

Pembangunan Tower Salak Hotel di bilangan Jalan Salak, Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, yang disinyalir belum mengantongi izin mengenai analisis dampak lingkungan (Amdal) dan ijin lingkungan (HO), membuat anggota DPRD Kota Bogor membuat pernyataan.

“Amdal belum ada. Ijin lingkungan juga di manipulasi. kita sudah lihat ke lokasi. Komisi C juga sudah sidak,”kata Ketua DPRD Kota Bogor, Untung Maryono.

Belum Ada Amdal

Untung menyesalkan adanya temuan itu. Apalagi, pembangunan hotel sudah berjalan dan dari segi bangunan sudah berdiri secara utuh.

“Keterlaluan jika sudah dibangun belum ada Amdal, apalagi Tower Salak Hotel itu, satu-satunya hotel tertinggi di Kota Bogor dengan ketinggian 20 lantai,”paparnya.

Dalam waktu dekat, kata dia, DPRD Kota Bogor akan memanggil pemilik hotel untuk klarifikasi. Langkah dilakukan untuk memberi efek jera pengusaha yang tak kooperatif dengan aturan pemkot.

“Kita ada masukan dari warga juga, makanya kita sikapi dan kita panggil. Kalau memang tidak ada Amdal-nya, pembangunannya berhenti dulu. Kalau perlu dibekukan. Ini sama saja pemkot kecolongan,”tandas politisi PDIP ini. (yopi/win)

Terbaru

Benny K Harman. (rizal)
Minggu, 17/11/2019 — 23:58 WIB
Demokrat Tolak Amandemen UUD 1945
Lutfi JW. (mia)
Minggu, 17/11/2019 — 22:00 WIB
Bersama Roy Kiyoshi
Ruben Onsu Disarankan Undang Penuduh Pesugihan Makan Siang Bersama