Sunday, 08 December 2019

Jurnalis Nyindir

`Pidato Tidak Bisa Hilangkan Kabut Asap`

Minggu, 11 Oktober 2015 — 10:26 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Kalangan jurnalis di ibukota menyindir pengambil kebijakan di negeri ini. Menurut insan pemburu berita ini, untuk menangani persoalan kabut asap tidak cukup dengan rethorika.

“Pidato tidak bisa menghilangkan kabut asap,” kata Rimam Wahyudi, wartawan Radio Elshinta, Jakarta, Minggu (11/10/2015).

#JurnalisPeduliAsap, menuntut pemerintah untuk bertindak tegas dalam mengatasi bencana kabut asap di sejumlah daerah di Sumatera dan Kalimantan. Selain itu, harus diingingi dengan tindakan tergas terhadap pelaku pembakaran sehingga menimbulkan efek jera.

Bencana kabut asap ini dinilai adalah bencana akibat ulah manusia. Diduga ada unsur kesengajaan dari oknum pemilik perusahaan atau pun perorangan. Selain itu, penindakan cegah dini tidak dilakukan secara tegas, sehingga kasus kabut asap ini berulangkali terjadi.

“Ini adalah pembakaran lahan. Jadi harus ditindak tegas para pelaku pembakaran. Bagi saya juga perlu untuk hukuman mencabut harta dan memiskinkan para pelaku,” kata Riman.

Aksi peduli wartawan ini digelar di  Bunderan HI, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat,  karena dinilai dapat menarik perhatian massa. Salah satunya mempertimbangkan Jakarta sebagai Pusat Pemerintahan. “Kita yang meliput, kita yang merasakan, di situ lah kita berbuat,” kata Riman.

Beberapa tulisan di spanduk berisikan kalimat sindiran dan kepedulian. ‘Kami malu di tanah kami myawa direnggut asap. Warga teriak tolong, negara tetangga yang membantu, masa kita enggak?’ dan Oksigen butuh untuk Riau.`
(rihadin/sir)

  • Kelit

    Pasti pak presiden akn berkelit, :” itu bukan urusan saya, hehehe”..