Sunday, 13 October 2019

Selasa Tanpa Asap Rokok di Kebayoran Baru

Rabu, 14 Oktober 2015 — 9:49 WIB
Kasatgaspol PP Kecamatan Kebayoran Baru, Daniel Hutajulu (kedua dari kiri) saat sweeping rokok di Blok M Mall dalam program Selasa Tanpa Asap Rokok (Setaro). (Rachmi)

Kasatgaspol PP Kecamatan Kebayoran Baru, Daniel Hutajulu (kedua dari kiri) saat sweeping rokok di Blok M Mall dalam program Selasa Tanpa Asap Rokok (Setaro). (Rachmi)

KEBAYORAN BARU (Pos Kota) – Sepuluh pengunjung dan pedagang di Blok M Mall (BMM), Jaksel yang sedang asyik merokok terjaring saat sweeping oleh Satpol Pamong Praja (PP) Kecamatan Kebayoran Baru. Razia serupa akan terus dilancarkan melalui program Selasa Tanpa Asap Rokok (Setaro) di pusat perbelanjaan, perkantoran dan fasilitas umum yang tersebar di 10 kelurahan se-Kebayoran Baru.

“Saya salah apa Pak? Biasanya ngerokok di sini aman-aman saja, kenapa sekarang dilarang?” protes Khaerul, karyawan swasta saat ngebul di kios telepon seluler (Hp) di basement BMM, Selasa (13/10).

Kasatgaspol PP Kecamatan Kebayoran Baru, Daniel Hutajulu yang memimpin razia bersama Kepala Terminal (Kater) Blok M, Mulya langsung mematikan rokok dari tangan Khaerul dan mengambilnya sebagai bukti. Perokok ini diharuskan menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatannya. Sedangkan terhadap pedagang HP diingatkan supaya melarang pembelinya merokok di dalam gedung.

Sekitar 2 meter dari kios Hp, petugas menegur seorang ibu yang berjualan asesoris sedang merokok dan langsung dicatat identitasnya.

Sementara itu sejumlah pengunjung di area kantin yang tengah ngebul maupun pemilik kios yang menyediakan asbak juga ditegur dan menandatangani surat pernyataan. Di area basement misalnya sudah terpampang pengumuman Kawasan Dilarang Merokok (KDM).

“Untuk sementara ini pengunjung dan pemilik kios hanya ditegur, tapi jika kedua kalinya masih melanggar akan dikenakan sanksi berat sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 50 tahun 2012 tentang larangan merokok di dalam gedung dengan denda maksimal Rp50 juta,” kata Daniel Hutajulu.

Chrisharyadi, dari PT Langgeng Ayom Lestari (LAL), pengelola BMM mendukung aksi tersebut karena pihaknya sudah menyosialisasikan KDM terhadap pengunjung maupun karyawan.

“Bagi karyawan yang ketangkap basah merokok di lingkungan kerja, pointnya berkurang 10. Jika kedua kalinya masih nekat, akan di-PHK,” tandasnya.

Pengunjung juga merasa senang dengan adanya sweeping tersebut sehingga dapat berbelanja dengan nyaman. “Kami sering mual dan pusing akibat asap rokok dari pengunjung yang membandel padahal sudah jelas dipasang larangan merokok,” kata Rosita,49, ibu rumah tangga yang tinggal di Gandaria Utara.

Daniel Hutajulu menegaskan Setaro menjadi program unggulan di Kecamatan Kebayoran Baru dalam mendukung Kawasan Bebas Asap Rokok.

“Setaro akan berkesinambungan dengan menyisir berbagai fasilitas umum mulai pusat perbelanjaan, perkantoran, sekolah hingga instansi pemerintah agar Kebayoran Baru kelak dapat steril dari asap rokok,” ungkapnya.

Selain 10 perokok termasuk pemilik kios, petugas menyita 5 asbak, 20 puntung rokok dan 4 bungkus rokok.

Dari area mal, tim menyisir awak angkutan di Terminal Blok M yang tidak mengenakan seragam dan identitas diri sesuai ketentuan Peraturan Daerah No 5 tahun 2014 tentang transportasi.

“Lima sopir ditilang karena tidak berseragam, tidak ada identitas diri dan merokok saat mengemudikan bis,” kata Mulya, Kater Blok M. (Rachmi)