Monday, 18 November 2019

Warga Bidara Cina Ngotot Minta Ganti Rugi

Sabtu, 17 Oktober 2015 — 20:03 WIB

JATINEGARA (Pos Kota) – Proses pembebasan lahan untuk proyek sodetan Ciliwung-Kanal Banjir Timur (KBT) hingga kini masih belum bisa dilaksanakan. Penyebabnya, di lahan seluas 4000 meter persegi milik warga bernama Hengki, saat ini dikuasai sekitar 200 Kepala Keluarga (KK), yang hingga kini menuntut ganti rugi.

Meski tak memiliki surat-surat dan menumpangi lahan milik orang lain, ratusan warga di RW 04, kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, tetap kekeh untuk meminta haknya. Uang ganti rugi sebesar 25 persen dari harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang sampai saat ini diminta, sebelum pindah dari kawasan tersebut.

Walikota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana mengatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan negosiasi untuk melakukan pembebasan lahan tersebut. “Sejauh ini kami sudah lakukan tiga kali pertemuan dengan si pemilik lahan,” ujarnya.

Dari pertemuan itu, Hengki si pemilik lahan hanya menyanggupi untuk memberikan ganti rugi sebesar 15 persen. Untuk itu, pihaknya masih terus melakukan negosiasi agar menemui titik temu antara Hengky dan warga. “Kami pun menargetkan keputusan itu akan dicapai akhir Oktober ini,” ujar Bambang.

Dari permasalah itulah, kata Bambang, hingga kini tim pembebasan lahan belum dapat mengukur tanah di lahan milik Hengki. Sebab warga masih melarang untuk dilakukan pengukuran sebelum ada titik terang soal ganti ruginya. “Mudah-mudahan semua permasalahan ini bisa diselesaikan sebelum target waktu yang ditentukan,” ungkapnya.

Dari itu semua, Bambang juga mengingatkan kepada 200 KK yang sudah mendapatkan uang penggatian seperti yang mereka inginkan, tidak akan bisa meminta dipindahkan ke rumah susun. Hal tersebut untuk mencegah rangkapnya penerimaan ganti rugi. “Kalau sudah terima uang ya harus segera pindah. Tak ada alasan lagi meminta tinggal di rusun,” tegasnya.

Sekedar informasi, saat ini, pemkot Jakarta Timur telah berhasil membebaskan puluhan KK yang ada di RW 05 dengan 48 KK dan RW 14 sebanyak 14 KK. Semua warga itu pun pindah ke rusun Cipinang Besar Selatan untuk memulai hidup di lingkungan yang baru. (Ifand/yh)

Terbaru

Senin, 18/11/2019 — 7:20 WIB
Jangan Tipu Diri