Thursday, 21 November 2019

Wisata Balaikota DKI Diminati Wisatawan Lokal

Sabtu, 17 Oktober 2015 — 18:57 WIB
Pengunjung wisata Balaikota DKI Jakarta wajib memasuki pintu pengaman yang dilengkapi metal detector. (Joko)

Pengunjung wisata Balaikota DKI Jakarta wajib memasuki pintu pengaman yang dilengkapi metal detector. (Joko)

GAMBIR (Pos Kota) – Wisata Balaikota DKI Jakarta yang dibuka untuk umum tiap Sabtu dan Minggu banyak dikunjungi wisatawan lokal. Mereka berasal dari Jabodetabek maupun daerah lainnya yang berdatangan ke lokasi untuk melihat tempat kerja Gubernur Ahok dan anak buahnya.

Balaikota yang merupakan gedung peninggalan sejarah Belanda berlokasi di Jl Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat. Wisatawan yang berkunjung ke sini langsung disambut petugas tour guide yang merupakan pegawai Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Petugas menunjukkan sejumlah ruang di Balaikota yang meliputi beranda, ruang tunggu, ruang tamu, ruang serbaguna, termasuk ruang rapat pimpinan yang mana Ahok sering memarahi anak buahnya seperti walikota, kepala dinas, dan lainnya.

Petugas pemandu wisata menjelaskan kepada pengunjung wisata Balaikota DKI Jakarta. (Joko)

“Di ruang rapim inilah Pak Ahok sering marah-marah dan gebrak meja, kalau perintahnya tidak dijalankan anak buah,” ujar petugas pemandu wisata, Sabtu (17/10/2015). Sedikitnya seminggu sekali tiap Senin pagi, Ahok mengumpulkan para walikota dan pejabat eselon dua lainnya menggelar rapat di ruangan yang relatif kecil dan  penuh dengan meja dan kursi. Banyak wisatawan, terutama anak muda menjajal duduk di kursi Gubernur sambil melakukan foto selfi.

Pemandu wisata lainnya, Yuliani Kuspambudi menyatakan kunjungan pada Sabtu dari jam 09.00 sampai 17.00, tercatat sekitar 1.400 orang. “Biasanya kalau hari Minggu kunjungannya meningkat sampai 3.000, bahkan pernah 4.000 orang,” ujar Yuliani. Tiap pengunjung diwajibkan masuk lewat pintu pengaman yang dilengkapi metal detector dan mesin penghitung orang. “Melalui perangkat ini, jumlah pengunjung bisa tercatat secara akurat,” tambahnya.

Pemandu yang menyambut wisatawan selalu diawali dengan menyapa dan menanyakan berasal dari mana. “Wisatawan Jabodetabek merupakan yang terbanyak, meskipun ada juga dari beberapa daerah maupun mancanegara,” kata Yuliani sambil menambahkan pengunjung yang datang kebanyakan dari pengunjung Taman Monas. “Biasanya selesai dari Monas, mereka langsung menyeberang jalan menuju kemari,” paparnya.

Sinta, mahasiswi asal Bandung, mengaku penasaran ingin melihat ruang kerja Ahok. “Di dalam ruangan ini, saya bisa membayangkan bagaimana saat Ahok marah-marah. Sedangkan pejabat yang dicopot jadi staf pada gemetaran. Hi hi hi, seru deh,” ujarnya sambil melakukan foto selfi dengan foto Ahok yang dibuat khusus sebesar ukuran fisik aslinya. (Joko/yh)
Teks Foto:
Pengunjung wisata Balaikota DKI Jakarta wajib memasuki pintu pengaman yang dilengkapi metal detector. (Joko)