Tuesday, 10 December 2019

Meski Perusahaan Melanggar, BPJS Ketenagakerjaan Pilih preventif.

Rabu, 21 Oktober 2015 — 14:59 WIB
Direktur Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan menandatangani MoU denga Dirut PT Pefindo Biro Kredit Ronald T Andi Kasim.

Direktur Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan menandatangani MoU denga Dirut PT Pefindo Biro Kredit Ronald T Andi Kasim.

JAKARTA (Pos Kota) – Meskipun punya hak melakukan penegakan hukum pada perusahaan yang melanggar UU No.40/ 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional,   BPJS Ketenagakerjaan masih akan mengedepankan tindakan preventif.

“Kita tidak selalu harus melakukan tindakan hukum, jika dampaknya malah merugikan pekerja yang seharusnya dilindungi,” kata Direktur Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Junaedi, di Jakarta, Kamis (21/10).

Usai menandatangani perjanjian kerjasama antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Presiden Direktur PT Pefindo Biro Kredit Ronald T. Andi Kasim, Junaedi menambahkan tindakan preventif lebih efektif dilakukan. “Tapi sesekali kita juga harus melakukan shock terapy kepada perusahaan-perusahaan yang sudah tidak bisa didekati,” katanya.

Berharap Dorong Tingkatkan Peserta

Terkait kerjasama dengan PT Pefindo Biro Kredit, lanjutnya, diharapkan bisa mendorong peningkatan kepesertaan. Karena dengan kerjasama tersebut, BPJS Ketenagakerjaan bisa mendapat data profile-profile perusahaan dan perorangan.

“Kita bisa mengetahui mana-mana perusahaan yang governement dan yang tidak, karena PT Pefindo mengeluarkan scorer/peringkat perusahaan-perusahaan itu,” ujar Junaedi. “Dengan data itu, BPJS ketenagakerjaan bisa menentukan langkah apa yang akan diambil,” tambahnya.

Penandatanganan MoU tersebut disaksikan oleh Komisaris Utama PT Pefindo Biro Kredit Djoko Suwarno dan sejumlah pejabat BPJS Ketenagakerjaan.(Tri)

Teks Foto : Direktur Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan menandatangani MoU denga Dirut PT Pefindo Biro Kredit Ronald T Andi Kasim