Thursday, 21 November 2019

14 Warga Asing Dirazia Imigrasi Depok

Kamis, 22 Oktober 2015 — 22:00 WIB
Kepala Imigrasi Depok Dudi Iskandar (tengah) bersama anggota Timpora menyita paspor orang asing yang menyalahi ijin tempat tinggal. (Angga)

Kepala Imigrasi Depok Dudi Iskandar (tengah) bersama anggota Timpora menyita paspor orang asing yang menyalahi ijin tempat tinggal. (Angga)

DEPOK (Pos Kota) – Operasi yang dilakukan Imigrasi Kelas II Kota Depok, mengamankan 2 orang asing berprofesi guru serta 12 orang asing lainnya menyalahi ijin.

Kepala Imigrasi Kota Depok, Dudi Iskandar mengatakan, orang asing yang terjaring timpora hasil razia di 10 perusahaan diantaranya dua sekolah internasional yang ada di Depok.

“Operasi kita gelar selama dua hari, 14 orang asing kita amankan, dua diantaranya warga Filipina menjadi tenaga pengajar di sekolah Internasional. Orang asing yang diamankan menyalahi ijin wisata namun bekerja, ada yang tidak mempunyai dokumen namun lima tahun tinggal di Depok yaitu WNA Iran,” ujarnya kepada Pos Kota, Kamis (22/10) sore.

Dudi menambahkan negara asal orang asing yang diamankan, Filipina ada 2 orang, 2 Jerman, 1 China, 2 Singapura, 1 Meksiko, 1 Jepang, 1 Gambia, 1 Amerika, dan 3 Iran.

“Mereka ada yang kita kenakan Pasal 122 huruf A tentang ijin tinggal keimigrasian serta Pasal 71 huruf B UU No.6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian ancaman lima tahun dan dapat dideportasi,”ungkapnya.

Kebanyakan dari orang asing yang diamankan, lanjut Dudi n bekerja sebagai teknikal enginering dan tenaga ahli.

“Satu warga Amerika dokumennya fiktif dan telah menikahi wanita pribumi. Warga negara Amerika ini terancam akan dideportasi bersama sejumlah WNA lainnya,” jelasnya.

“Kita mengimbau agar masyarakat peran aktif dalam memberitahukan informasi keberadaan orang asing melalui call center, sms center, bahkan website imigrasi,” ujarnya.(Angga)