Thursday, 14 November 2019

Menko Puan: BPJS Kesehatan Harus Revolusi Mental

Jumat, 23 Oktober 2015 — 10:41 WIB
Menko PMK Puan Maharani canangkan gerakan revolusi mental untuk kalangan BPJS Kesehatan. (Inung)

Menko PMK Puan Maharani canangkan gerakan revolusi mental untuk kalangan BPJS Kesehatan. (Inung)

JAKARTA (Pos Kota) – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani meminta agar jajaran BPJS Kesehatan mengedepankan integritas, kerja keras dan gotong royong sebagai implementasi dari gerakan revolusi mental.

“Ini adalah gerakan hidup baru untuk mengubah cara pandang, pikiran, sikap dan perilaku manusia, terutama jajaran BPJS Kesehatan,” jelas Puan saat mencanangkan gerakan revolusi mental di kantor BPJS Kesehatan, Jumat (23/10).

Orientasi dari gerakan revolusi mental adalah kemajuan yang bisa membuat Indonesia menjadi bangsa yang besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa lain. Dan ini berlaku selama republik ini ada.

Puan mengingatkan bahwa tujuan dari gerakan revolusi mental bagi jajaran BPJS Kesehatan adalah bagaimana mengubah mindset dalam pelayanan publik. Dimana seluruh Duta BPJS Kesehatan sebagai representasi dari pemerintah dalam memberikan pelayanan publik, dengan struktur yang efisien, kultur budaya kerja yang lebih disiplin, bertanggungjawab dan berjiwa gotong-royong.

Karena itu revolusi mental bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam satu-dua hari. Melainkan sebuah gerakan nasional jangka panjang dan terus menerus.

“Kerja yang kita lakukan hari ini menentukan nasib anak cucu kita dimasa depan,” tambah Puan.

Wujud Dukungan

Sementara itu Direktur Utama BPJS Kesehatan mengungkapkan gerakan revolusi Mental di BPJS Kesehatan merupakan wujud dukungan BPJS Kesehatan terhadap program pemerintah serta sebagai bentuk komitmen BPJS Kesehatan untuk senantiasa memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, khususnya bagi peserta BPJS Kesehatan.

“Tiga nilai utama Revolusi Mental pada hakekatnya sudah sangat selaras dengan Tata Nilai Organisasi yang saat ini diterapkan BPJS Kesehatan yaitu Integritas, Profesional, Pelayanan Prima dan Efisiensi Operasional. Pencanangan Gerakan Revolusi Mental merupakan momentum baru yang sangat positif untuk mendukung perubahan yang sedang berjalan,” ujar Fachmi.

Pencanangan Gerakan Nasional Revolusi Mental BPJS Kesehatan ditandai dengan pemasangan Giant Pin di kantor pusat BPJS Kesehatan yang dicatat dalam rekor MURI sebagai simbol dari komitmen BPJS Kesehatan terhadap Gerakan Revolusi Mental. BPJS Kesehatan juga menorehkan rekor pencanangan Gerakan Revolusi Mental dengan lokasi terbanyak yaitu 34 propinsi di Indonesia.

“BPJS Kesehatan siap menjadi laboratorium implementasi Gerakan Revolusi Mental. Apa yang kami tanamkan diharapkan dapat menular khususnya bagi stakeholder terkait seperti fasilitas kesehatan dan peserta BPJS Kesehatan,” pungkas Fachmi. (Inung/win)