Friday, 15 November 2019

Sangketa Sampah: Pelanggaran Dilakukan Pihak Ketiga

Jumat, 23 Oktober 2015 — 18:41 WIB
Pemprov DKI membuang sampah ke Bantargebang., Bekasi

Pemprov DKI membuang sampah ke Bantargebang., Bekasi

BEKASI (Pos Kota) – Perseteruan antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Purnama (Ahok) dengan Aryanto Hendrata, Ketua Komisi A DPRD Kota Bekasi, dipicu soal berseliweannya truk sampah asal DKI Jakarta pada siang.

“Secara teknis saya kurang paham, tapi tanya saja ke Komisi A,” ujar Tumai, Ketua DPRD Kota Bekasi, saat dihubungi Poskotanews.com

Menurut dia, memang ada laporan akan ada pemanggilan dari DKI Jakarta, namun tidak harus gubernur. “Yang lalu-lalu saja cukup Kepala Dinas Kebersihan dan belakanganya malah kepala bidangnya saja,” ujar Tumai, sambil mengatakan persoalan sampah memang bukan semata kebijakan, tetapi persoalan perjanjian penggunaan lahan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi.

TAK SERIUS

Sementara itu Ketua Komisi A DPRD Kota Bekasi Ariyanto Hendrata  menuding Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak serius menjalankan kesepakatan terkait TPST Bantargebang. Itu tampak dari banyaknya truk sampah Pemprov DKI yang tetap beroperasi di luar jam yang sudah ditentukan.

“Sepertinya tidak ada itikat baik dari DKI Jakarta dan kita seperti diremehkan. Padahal Bekasi sudah mengizinkan soal pemanfaatan lahannya,” kata Ariyanto, Jumat (23/10).

Sedangkan Rahmat Effendi, Walikota Bekasi, yang pernah menangkap sejumlah truk sampah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, perlu ada kejelasan lagi soal perjanjian kerjasama.

PIHAK KETIGA

Namun Walikota diakui, pelanggaran perjanjian itu, kebanyakan dilakukan oleh oknum sopir truk sampah asal DKI Jakarta. “Bukan lagi mencuri-curi waktu pembuangan. Mereka sudah melanggar kesepakatan rute pengangkutan,” jelas Rahmat Effendi, sambil mengatakan, meski pengelolaan sampah di TPA Bantargebang diserahkan kepada pihak ketiga

“Soal hak dan kewajiban DKI Jakarta dalam pembuangan di TPA Bantar Gebang tetap berlaku dalam perjanjian kerja sama sebelumnya,” kata Pepen, sapaan akrab Rahmat Effendi.

“Sesuai dengan Mou DKI dengan Pemkot Bekasi, jam operasional truk sampah itu mulai pukul 21.00 – 04.00 WIB. Jika melintas diluar jam itu namanya sudah melanggar,” jelas Pepen.

Walikota pun mengatakan, pihaknya selama ini sudah melakukan teguran dengan cara memulangkan truk tapi dianggap tidak efektif dan truk kembali mengulang kesahalan.

“Ada dua kemungkinan kenapa truk sampah melanggar jam melintas,” ujar walikota. Yang pertama, menurut walikota,  sosialisasi tidak sampai ke sopir dan yang kedua, sopir nakal ingin irit solar,” ujarnya. (saban/d)

Terbaru

MRT melintas di tengah ibukota Jakarta. (toga)
Jumat, 15/11/2019 — 9:09 WIB
Apartemen Disiapkan di 5 Kawasan Stasiun Transit
ilustrasi
Jumat, 15/11/2019 — 9:09 WIB
Diintimidasi Jaksa? Laporkan!
Dimas Anggara dan Nadine Chandrawinata. (instagram)
Jumat, 15/11/2019 — 8:57 WIB
Dimas Suka Pedas, Nadine Tanah Pohon Cabei
gebyar karya pertiwi
Jumat, 15/11/2019 — 8:32 WIB
Gebyar Karya Pertiwi 2019 Dipadati Pengunjung