Friday, 06 December 2019

Menkop Upayakan TPI Diserahkan ke Koperasi

Sabtu, 24 Oktober 2015 — 14:08 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Tempat pelelangan ikan (TPI) yang dikelola pemda sejak 2002 akan diserahkan kembali ke tangan koperasi. Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah sudah menyurati menteri terkait untuk percepatan pengalihan.

“Saya sudah mengirim surat ke Mendagri. Ke depan, saya bersama Menteri Kelautan dan Perikanan akan mendorong percepatan pengalihan pengelolaan TPI tersebut,” kata Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga dalam rilisnya kepada Pos Kota, Sabtu (24/10).

Saat acara Ruat Laut ke-48 Warga Nelayan KUD Mandiri Mina Fajar Sidik, Desa Blanakan, Subang, Jabar, Menteri mengaku bahwa dikembalikan pengelolaan TPI kepada koperasi agar bisa memiliki nilai tambah untuk kesejahteraan masyarakat pesisir.

Selain itu, pihaknya juga akan terus mendorong program pelatihan, pendidikan dan akses pembiayaan bagi para nelayan dan masyarakat pesisir di Indonesia.

“Itu tiga inti tugas kami. Dimana pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM koperasi nelayan dan perikanan, sementara program pelatihan untuk keluarga nelayan,” terang mantan Wagub Bali ini.

Nelayan Jadi Penggerak Ekonomi

Misalnya, ikan yang tidak habis dijual, tapi bisa diolah agar tetap memiliki nilai tambah. Ia yakin para nelayan dapat menjadi penggerak ekonomi rakyat di pedesaan melalui koperasi yang handal. Saat ini, jumlah koperasi di Indonesia mencapai 209.488 unit, termasuk di dalamnya 508 unit koperasi nelayan yang tersebar di 34 provinsi.

Kepada para kelompok nelayan dan anggota masyarakat yang belum bergabung dalam koperasi, pihaknya mendorong untuk bergabung dalam koperasi, sehingga dapat mengembangkan usahanya.

Karena koperasi sebagai penggerak roda perekonomian rakyat turut memberikan andil dalam pengentasan kemiskinan. Segala aktivitasnya bernafaskan kekeluargaan dalam arti kata kebersamaan sesuai dengan prinsip koperasi.

Di samping itu, berkoperasi harus menjunjung tinggi filosofi berkoperasi antara pengurus dan anggota. Seperti care (peduli), share (berbagi) dan fair (transparan).

“Bila prinsip dan filosofi berkoperasi dijalankan dengan baik, saya yakin akan menjadi koperasi yang tangguh, mandiri dan kuat,” jelasnya. (setiawan/win)