Saturday, 07 December 2019

10 Bocah Diduga Korban Sodomi Murid SD

Senin, 26 Oktober 2015 — 14:49 WIB

DEPOK (Pos Kota) – Sedikitnya sepuluh anak usia di bawah umur menjadi korban sodomi terjadi di Depok, Jawa Barat. Kedua pelaku masih duduk di bangku SMP dan SD di lokasi berbeda, diamankan lalu diserahkan ke Bagian Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok.

Peristiwa pertama terjadi di kawasan Sawangan, Depok. Sekitar 5 anak masih duduk di bangku SD dan TK diduga telah disodomi oleh pelaku yang masih berstatus pelajar kelas 5 SD, sesama jenis (laki-laki).

Modusnya, pelaku mencoba mengajak bermain para korbannya yang juga tetangga. Korban diajak bermain petak umpet di kebun kosong lalu korban mendapat perlakuan asusila. Perbuatan menyimpang ini akhirnya terbongkar setelah para korban menceritakan ke orangtua masing-masing.

“Peristiwanya saat sedang main petak umpet dekat kandang kambing, lalu celana korban dilepasin,”ucap satu saksi di Mapolresta Depok, Senin (26/10) pagi.
Sementara itu, peristiwa serupa terjadi di kawasan Tapos, pada Jumat (23/10) pukul 21.45. Sekitar lima anak didampingi keluarganya melaporkan ke Polsek Cimanggis diduga telah menjadi korban sodomi.

Kelima korban tersebut rata-rata masih duduk di bangku SD dengan pelaku pelajar SMP berusia 13 tahun sudah diserahkan ke PPA Polresta Depok. Motifnya juga hampir sama yaitu pencabulan.

Menanggapi kasus pencabulan terhadap anak tersebut, anggota Kompolnas, Edi Saputra Hasibuan, mengatakan terhadap pelaku kasus pencabulan anak di bawah umur dimintai dikhususkan dengan mempertimbangkan penerimaan haknya sebagai anak dan dibedakan dengan pelaku yang sudah dewasa.

“Jika pelakunya orang dewasa harus diproses tindak pidana. Karena ini para pelakunya masih dibawah umur maka perlu ada perhatian khusus dari Kapolresta Depok sendiri terhadap kasusnya,”ujarnya Edi.

Menurut Kompolnas, pelaku cabul masih di bawah umur tidak bisa disamakan oleh pelaku yang sudah dewasa. “Semua ini menyangkut hak-hak yang harus didapatkan sebagai anak dan tidak dapat dipidanakan, meskipun sudah ditetapkan sebagai pelaku,”tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho mengatakan pihaknya akan melakukan visum terhadap masing-masing korban. “Kita akan visum dulu,”singkatnya pada Pos Kota.
(angga/sir)