Wednesday, 13 November 2019

Korban Diimingi Uang Jajan

Astaga, Pria Jomblo Sodomi 15 Bocah

Selasa, 27 Oktober 2015 — 14:42 WIB
Ilustrasi.

Ilustrasi.

JAKARTA (Pos Kota) – Diduga terlalu lama menjomblo, seorang predator pheodofil menyodomi 15 bocah, berhasil diringkus petugas Polres Jakarta Selatan. Modus pelaku mengiming-imingi korban dengan permen dan mengajak nonton film porno.

Tersangka Masakur alias Sakur, 35, warga Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, dibekuk polisi setelah 11 bocah rata-rata berusia 6 sampai 10 tahun menjadi korban perbuatan tindak kejahatan asusilanya.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Wahyu Hadiningrat, didampingi Kabid Humas Polda Metro Jaya, M. Iqbal, menuturkan bahwa kejadian berawal adanya pelaporan adanya pencabulan salah satu orang tua korban.

Setelah ditelusuri dan dilakukan visum sebanyak lima bocah laki-laki. “Ternyata benar ada kekerasan seksual yang dilakukan oleh pelaku sehingga kami amankan,” kata Kapolres, Selasa (27/10/2015).

Modus lelaki berkepala botak ini dengan cara mengiming-imingi permen korban untuk masuk ke rumah pelaku di kawasan Duren Tiga, Pancoran, Jaksel. Korban lalu melakukan hasrat bejatnya.

“Pelaku juga sempat mengajak anak-anak tersebut nonton film porno terlebih dahulu dan mengulangi perbuatannya. Aksi sodomi tersebut di kolam renang, kuburan, dan TK yang tidak jauh dari kediaman tersangka. Ada yang sempat menganiaya,” kata Kombes Wahyu.

Astaga,  informasi yang diperoleh lebih dari 15 bocah menjadi korban. Namun yang teridentifikasi baru 11 korban.

“Selain permen, korban diimingi mancing ikan, belikan es, uang jajan, dan pelaku selalu memberitahu jangan bilang siapa-siapa, korban sodomi ada yang sampai sembilan kali,” katanya.

Dari pengakuan tersangka kepada petugas, Sakur pernah menjadi korban sodomi di usia dini. “Tersangka pernah menjadi korban kekerasan seksual,” katanya.

Akibat perbuatan tersangka, dikenakan Pasal 82 UU No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak sebanyak 15 tahun penjara Jo 292 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

(adji/sir)