Sunday, 15 December 2019

9 Korban Dibiarkan, Evakuasi Gurandil Dinyatakan Selesai

Kamis, 29 Oktober 2015 — 21:11 WIB
Evakuasi Gurandil dinyatakan selesai.

Evakuasi Gurandil dinyatakan selesai.

BOGOR (Pos Kota) – Pencarian tukang gali emas ilegal atau gurandil dinyatakan selesai. Upaya tim evakuasi gabungan Polri, TNI, Antam dan PMI serta relawan mencari 9 dari 12 penambang emas tanpa izin (PETI) yang tertimbun di kawasan konsesi PT Antam Gunung Pongkor, Desa Bantar Karet Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor,  resmi dihentikan Kamis (29/10) malam.

Penegasan penghentian proses evakuasi sisa gurandil ini, langsung disampaikan Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto dalam jumpa pers kepada wartawan wartawan di pos Antam.

“Sebagai kepala dari tim operasi kemanusiaan pencarian korban runtuhan lubang Gunung Pongkor, saya nyatakan proses pencarian ini secara resmi selesai,”kata AKBP suyudi dalam konferensi pers, Kamis (29/10).

AKP Suyudi menuturkan, proses pencarian dan evakuasi oleh tim gabungan berjumlah 300 orang yang berlangsung sejak Selasa (27/10) malam ini,  tidak bisa lagi  diteruskan dengan kajian dan berbagai alasan pertimbangan.

“Seperti pintu lubang hanya berukuran 50×50 Cm, udara sudah tidak sehat karena au mayat. Ditambah lagi banyak sumuran dan beberapa cabang galian di dalamnya. Ada lagi, konstruksi tanah yang labil yang mengancam keselamatan tim evakuasi. Bahkan pukul 13.00 siang tadi, tanah longsor, namun untung tim dibawa lubang selamat,”ungkap Suyudi.

Tidak Dapat Menjangkau

Menurutnya, hingga Kamis (29/10) sore, baru tiga gurandil yang berhasil dievakuasi dan diidentifikasi tim DVI Mabes Polri. “Bahwa keberadaan sembilan gurandil lagi dalam luang sudah terdeteksi iya. Namun tim evakuasi. tidak dapat menjangkau karena adanya longsor tambahan,”paparnya.

Penghentian proses pencarian sisa gurandil ini diakui orang nomor satu di jajaran kepolisian Kabupaten Bogor ini, sudah disampaikan kepada pihak keluarga masing-masing.

Ia berharap, keluarga bisa menerima dan mengikhlaskan. Selanjutnya, Lubang Kunti yang menjadi lokasi TKP akan ditutup dengan betonisasi.

Usai pernyataan Kapolres terkait penghentian pencarian sisa gurandil yang tertimbun, pihak keluarga mengaku pasrah dengan kondisi tersebut.

Entis Sutisna 28, adik ipar dari korban bernama Didi menerima keputusan ini.
Ia mengaku, tak ingin proses evakuasi menimbulkan lebih banyak korban dari tim evakuasi.

“Alasan pak Kapolres benar adanya. Lokasi memang rawan longsor. Kalau longsor lagi saat tim pencari didalam, akan banyak lagi korban,”kata warga Desa Sipayung, Kecamatan Sukajaya Bogor ini.

Entis sejak siang berada dilokasi longsor. Ia melihat langsung lokasi dan yakin, kondisi tanah TKP sangat membahayakan.

“Tadi datang ke lubang pukul 11.00 WIB, memang rawan. Saya sendiri  tidak berani masuk kedalam lubang. Saya doakan, mudah-mudahan almarhum dan korban lain yang belum dievakuasi, diterima amalnya di sisi Allah,”katanya. (yopi)