Friday, 13 December 2019

Jadi Pengedar Shabu , Oknum Polisi Semarang Ditangkap

Selasa, 3 November 2015 — 19:41 WIB
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin

SEMARANG ( Pos Kota ) – Menjadi pengedar shabu , oknum polisi di Semarang ditangkap . Oknum tersebut adalah Bripka M Agus , anggota Unit Intel Polsek Semarang Tengah. Kapolda Jateng, Irjen Pol Noer Ali mengatakan, Bripka Agus akan ditindak tegas lantaran mencoreng nama baik institusi Polri.

Bripka M Agus, saat ini mendekam di sel tahanan Polda Jateng. Bripka M Agus ditangkap anggota Direktorat Narkoba Polda Jateng lantaran mengedarkan shabu. Disebutkan , oknum polisi itu sebelumnya ditangkap di Jalan Cilosari Dalam, Semarang Timur.

Dari tangannya polisi menyita barang bukti berupa lima gram sabu di dalam tas yang dibawanya. Setelah diinterogasi, polisi kembali menyita sabu milik Agus yang disimpan di sebuah rumah di jalan Zebra Dalam, Pedurungan, Semarang seberat 80 gram yang sudah dipisah jadi sembilan paket klip.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin menambahkan, Bripka M Agus merupakan pengedar shabu di Kota Semarang dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Sabu 85 gram lengkap sama alat timbang digital, indikasi kuat dia itu pengedar. Saat ini masih dikembangkan Polda Jateng,” kata Burhanudin .

Menurut Burhanudin , selama ini Bripka Agus terbilang anggota yang berperilaku baik dalam dinas. “Selalu apel kecuali lepas dinas, dugaannya ya ketika lepas dinas itu dia mengedarkan sabu,” ungkapnya . Bripka Agus sudah lama menjadi target operasi (TO) Polda Jateng.

Pihaknya akan memberikan sanksi tegas bagi Bripka Agus . “Saat ini masih penanganan internal, pasti kami tindak tegas. Siapa pun yang berurusan sama narkoba baik masyarakat umum atau anggota Polri diperlakukan sama di mata hukum,” katanya.

Polisi tidak akan menutup-nutupi penanganan perkara Bripka Agus. Menurutnya, saat ini pihak Polda Jateng masih mengembangkan keterangan Bripka Agus.  Bripka Agus akan menjalani proses pidana umum sebelum menjalani sidang kode etik profesi Polri. “Pidana umum dulu, nanti kalau putusan sudah inkrah baru sidang kode etik profesi,” tambahnya . ( Suatmadji )