Sunday, 15 December 2019

Menteri Susi dan Menkop UKM Garap Koperasi Perikanan

Selasa, 3 November 2015 — 12:14 WIB
Foto-Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti, tentang Pembinaan dan Pengembangan Kelompok Usaha Masyarakat di Sektor Kelautan dan Perikanan, Selasa (3/11). (ist/setiawan)

Foto-Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti, tentang Pembinaan dan Pengembangan Kelompok Usaha Masyarakat di Sektor Kelautan dan Perikanan, Selasa (3/11). (ist/setiawan)

JAKARTA (Pos Kota) – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, meminta agar koperasi perikanan dikelola dengan benar, transparan, serta  profesional.

“Jangan ada lagi koperasi dikelola ‎secara abal-abal. Koperasi jangan sampai menjadi antek asing karena disinyalir banyak kapal asing menangkap ikan di lautan kita menggunakan bendera koperasi,” tandasnya menandatangani MoU dengan Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga, tentang Pembinaan dan Pengembangan Kelompok Usaha Masyarakat di Sektor Kelautan dan Perikanan, Selasa (3/11).

Menanggapi permintaan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, Puspayoga menyambut permintaaan tersebut dengan antusias. “Kita tindaklanjuti, begitu juga dengan MoU kerjasama ini,” ujar mantan Wagub Bali ini.

Menkop secara blak-blakan juga mengaku tidak semua koperasi itu bagus. Karenanya harus dicek terlebih dahulu apa koperasi perikanan itu berkinerja baik dan bagus, sebelum diberi program bantuan kapal.‎

“Ke depan, tugas kita sudah jelas. Ibu Susi yang mengurus ketersediaan ikan dan kapal, saya mengurus nelayan dan keluarganya. Keluarga nelayan akan kita beri pelatihan kewirausahaan, berikut modal awal untuk berwirausaha,” kata Puspayoga.

Tenggelamkan Koperasi Bermasalah

Sebagus apapun program yang digulirkan, lanjut Menkop, bila ikan di laut tidak ada, semuanya akan sia-sia. “‎Ibu Susi harus siapkan ikan banyak di laut‎ dengan menjaga kedaulatan laut. Tidak boleh ada kapal asing lagi menangkap ikan di laut kita,” ujarnya.

Bahkan, orang nomor satu di Kementerian Koperasi dan UKM ini tak mau kalah. “Bila KKP sudah menenggelamkan 107 kapal asing, kami pun sudah ‘menenggelamkan 62 ribu koperasi bermasalah,” terangnya.

Pihaknya melakukan rehabilitasi koperasi melalui nomor induk koperasi (NIK) dengan sistem online. Sehingga, aktifitas dan kinerja para koperasi dapat dilihat dan dipantau bersama. “‪Setelah rehabilitasi, kami melakukan reorientasi koperasi,” paparnya. (setiawan/win)