Monday, 21 October 2019

Dua Begajul Jalanan Bacok Pemotor Hingga Tewas Dibekuk

Rabu, 4 November 2015 — 20:58 WIB
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Susetio Cahyadi, dan Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Ruddy Setiawan,  menunjukkan barang bukti dan dua tersangka pembacok hingga mengakibatkan Angga Eka Meidyawan tewas, Rabu (4/11/2015). (julian)

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Susetio Cahyadi, dan Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Ruddy Setiawan, menunjukkan barang bukti dan dua tersangka pembacok hingga mengakibatkan Angga Eka Meidyawan tewas, Rabu (4/11/2015). (julian)

PENJARINGAN (Pos Kota) – Angga Eka Meidyawan (21) tewas dikeroyok sekelompok bandit bersepeda motor di Jalan Bandengan Terusan, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (25/10) pagi. Sepuluh hari kemudian, Rabu (4/11/2015) dinihari, dua pengeroyok  ditangkap Polsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Susetio Cahyadi mengungkapkan, tersangka Muhammad Haerul Huda (17) dan Andri Maulana (21)  yang membacok korban hingga tewas. Baik korban maupun pelaku merupakan warga Kamal Muara, Penjaringan, Jakut.

“Anggota Polsek Penjaringan menangkap mereka di seputaran perbatasan keluar dari pada wilayah Penjaringan,” ujarnya, Rabu (4/11).

Dari hasil pemeriksaan awal, kata Susetio, pengeroyokan dipicu beberapa hari sebelumnya terjadi senggolan motor di Kawasan Kamal Muara. Minggu (25/10) pagi, korban yang sedang boncengan motor bersama temannya ke arah Kota bentrok dengan pelaku yang sedang konvoi bersama belasan temannya dari arah Kota.

“Di perempatan lampu merah yang ada di Jembatan Tiga, mereka cekcok hingga akhirnya kedua pelaku itu membacok korban dengan badik dan clurit. Belasan teman pelaku juga ikut mengeroyok korban,” katanya.

Susetio, ambruk karena menderita luka serius. Sementara, kawannya kini harus beristirahat di rumah setelah sempat dirawat beberapa hari di klinik sekitar rumahnya.

“Korban ini sempat terpisah dengan temannya yang kabur menyelamatkan diri. Awalnya, korban dihantam dengan batu hingga tercebur ke saluran air. Dilanjut korban disabet bagian lengan kanan, dan bagian punggung belakang. Korban pun mengalami pendarahan hebat,” paparnya.

Korban , urai Susetio, sempat dibawa ke Puskesmas untuk diberi pengobatan lantaran menderita luka-luka serius. Namun, lantaran pendarahan hebat, korban sempat dibawa kembali ke Rumah Sakit Duta Indah.

“Korban saat perjalanan ke rumah sakit pun akhirnya meninggal dunia. Sementara, saat kejadian keluarga korban belum melapor ke polisi. Keluarga baru melapor ketika korban meninggal dunia,” katanya.

Menurut Setio, dari 15 pelaku yang melakukan pengeroyokan, sebagian besarnya ‎merupakan anak di bawah umur. Parahnya, mereka membawa senjata tajam saat berkonvoi.

Atas perbuatannya, para pelaku diancam dengan Pasal 170 Ayat 3 KUHP tentang Pengeroyokan subsider Pasal 351 Ayat 3 Junto Pasal 55 dan 56 KUHP tentang Keikutsertaan Dalam Tindakan Penganiayaan. Ancaman hukuman mereka adalah pidana penjara maksimal 15 tahun.‎ (julian)