Friday, 13 December 2019

Polresta Depok Tangkap Bandar Ganja Jaringan Aceh

Selasa, 10 November 2015 — 13:17 WIB
Foto-Kapolresta Depok Kombes Dwiyono bersama Kasat Narkoba Polresta Depok Vivick Tjangkung menyita 14 kg ganja beserta menangkap pelaku. (Angga)

Foto-Kapolresta Depok Kombes Dwiyono bersama Kasat Narkoba Polresta Depok Vivick Tjangkung menyita 14 kg ganja beserta menangkap pelaku. (Angga)

DEPOK (Pos Kota) – Jajaran Satnarkoba Polresta Depok berhasil menangkap bandar ganja jaringan Aceh di kawasan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Selasa (10/11) dini hari. Disita barang bukti sebanyak 14 Kg ganja dari rumah pelaku.

Pelaku M als B,40, tidak bisa berkutik setelah ditangkap petugas dipimpin Kasat Narkoba Polresta Depok, Kompol Vivick Tjangkung menangkap pelaku di depan keluarga bersama barang bukti ganja siap edar.

Kapolresta Depok Kombes Dwiyono mengatakan ganja seberat 14 Kg ini didapatkan dari seseorang berinisial A di daerah pasar Ganduang, Cileungsi Kab.Bogor. Peran pelaku sebagai pengambil paket ganja langsung diedarkan ke kalangan anak muda dan pelajar.

“Sebelumnya pelaku hanya kapasitas sebagai pengguna. Karena tertarik penawaran rekannya dijanjikan keuntungan besar pelaku menjadi bandar dan mengedarkan ganja perpaket ukuran 1 ons seharga Rp. 100 ribu ke anak muda dan pelajar melalui pemesanan lewat pesan singkat sms,”katanya kepada Pos Kota.

Selain itu, pelaku yang sekujur tubuhnya penuh tato naga selama sebulan bisa mengambil paket dengan setiap pengambilan 10 kg ganja.

“Sistemnya pelaku menunggu telepon dari rekannya tersebut. Sudah dua kali pelaku mengambil paket ganja seberat 10 Kg senilai hampir Rp.40 juta yang akan diedarkan kembali,”tambahnya.

Setidaknya dengan tertangkapnya pelaku yang berasal dari jaringan Aceh ini, pelaku lain yang menjadi jaringannya bisa dikatakan akan menjauh.

“Paling tidak kita dapat menyelamatkan 25.000 ribu jiwa yang mengkonsumsi narkoba. Selain itu para jaringannya juga akan pindah tidak akan berjualan lagi,”tambahnya.

KEBUTUHAN HIDUP

Pengakuan pelaku M kepada Pos Kota menjadi bandar salah satu alasan untuk mencukupi kebutuhan istri dan dua anaknya untuk sekolah. “Sehari-hari bekerja sebagai tukang juru parkir hasil tidak menentu. Karena ada ajakan dengan menjanjikan keuntungan besar terpaksa menjadi bandar ganja,”ujarnya.

Bapak dua anak yang hanya mengecap bangku pendidikan tamatan SD ini mengaku, dirinya sempat ditahan di rutan Paledang Bogor atas kasus serupa peredaran ganja pada tahun 2003.

“Biasa kita jemput paket 10 kg ganja bisa digunakan menjadi 100 paket perons seharga Rp. 100 ribu. Keuntungan yang didapatkan digunakan untuk bayar kontrakan, dan kebutuhan sehari-hari terutama untuk biaya sekolah anak,”tutupnya.

Gencar Penyuluhan Narkoba
Bagi sasaran pelaku menjual narkoba ganja ke anak-anak pelajar, Kasat Narkoba Polresta Depok Kompol Vivick Tjangkung berupaya prepentif dengan menggalakkan kegiatan sosialisasi penyuluhan ke sekolah-sekolah.

“Akan kita lakukan sosialisasi penyuluhan narkoba ke sekolah-sekolah untuk menghindari anak-anak mengkonsumsi narkoba,”kilahnya.

(angga/sir)