Thursday, 21 November 2019

Anggota Yonarmed 11 Kostrad Ngajar di Perbatasan

Kamis, 12 November 2015 — 14:35 WIB

SEBAGAI bagian dari TNI, tugas pokok TNI AD adalah menegakkan kedaulatan Negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Operasi Pamtas RI-RDTL yang digelar sejak Tahun 1999 saat ini memasuki Tahun ke-16 penugasan di wilayah NTT. Penugasan ini telah memberikan pengaruh positif terhadap stabilitas Keamanan kedua Negara yang berdaulat. Keberadaan aparat keamanan di wilayah perbatasan yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarmed 11 kostrad diharapkan dapat menjamin keamanan dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang timbul dikedua negara serta dapat bekerja sama dengan aparat keamanan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) di wilyahnya.

Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarmed 11 Kostrad melaksanakan operasi Pamtas wilayah darat mulai 17 September 2015 selama 9 bulan di sepanjang perbatasan RI-RDTL untuk menegakkan kedaulatan Negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI dan melindungi segenap bangsa di wilayah perbatasan darat RI-RDTL dalam rangka mendukung tugas pokok Kolakops Korem 161/Wira Sakti.

Tugas-tugas Satgas lainnya adalah mencegah terjadinya pelanggaran hukum dalam bentuk apapun, mencegah terjadinya kegiatan penyelundupan dan barang terlarang lainnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku, melaksanakan sosialisasi patok-patok batas antar negara terhadap masyarakat dan pengawasan daerah yang masih bermasalah (status Quo), membina dan meningkatkan kemanunggalan TNI-Rakyat serta melaksanakan Bintersat Non Kowil di wilayah perbatasan untuk memilihara Kemanunggalan TNI-Rakyat.

Keberadaan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarmed 11 Kostrad sampai saat ini sudah berjalan kurang lebih 2 bulan dan sudah memberikan nilai positif terhadap masyarakat perbatasan salah satunya memberikan tenaga pengajar di sekolah-sekolah. Kekurangan tenaga pengajar yang ada di perbatasan sampai saat ini, khususnya di wilayah Timur Tengah Utara (TTU), NTT mendorong Satgas Yonarmed 11 untuk mengabdikan dirinya sebagai tenaga pengajar bantu. Suatu bentuk kerja sama dilaksanakan Dinas PPO Kab.TTU dengan Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad dalam meningkatkan pendidikan di daerah terpencil atau di perbatasan yaitu pengerahan prajurit-prajurit Kostrad sebagai guru bantu di sekolah-sekolah yang kesulitan mendapat tenaga pengajarnya.

Prajurit Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarmed 11 Kostrad terjun langsung ke pengembangan pendidikan bagi warga perkampungan-perkempungan di daerah terpencil. Pemberdayaan tenaga prajurit dari TNI AD sebagai tenaga pengajar bantu dapat dijadikan solusi disaat sulitnya anak-anak usia sekolah mendapat tenaga pengajar di wilayah perbatasan dan terpencil. Salah satu binaan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarmed 11 Kostrad adalah SDN Fatumuti, SD Katolik Oenak, Kec.Fatumuti Kab.TTU. “Kami memberikan tenaga pengajar seminggu 2 kali yakni hari Jumat dan Sabtu, Sebelum anak siswa masuk ke kelas terlebih dahulu kami memberikan pelatihan Peraturan Baris Berbaris dan Yel-yel yang bertujuan untuk menanamkan disiplin sejak dini, memberikan motivasi dan membangkitkan semangat belajar” Ujar Serda Sunaidi salah satu prajurit yang memberikan pelatihan.

Pengalaman yang sangat berharga pada saat pertama kali memberikan pelatihan/materi “Siswa yang kami latihkan sangat susah diatur, berlarian kesana kemari, bercanda dengan rekan-rekannya, tetapi mereka sangat antusias pada saat pelatihan atau pemberian materi, jadi harus butuh kesabaran. Adapun materi yang kami latihkan antara lain Peraturan Baris berbaris, Cinta Tanah air dan Kepramukaan”. ujar Serda Sunaidi.

Turut pula terjun langsung oleh Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonarmed 11 Kostrad Letkol Arm Teguh Tri Prihanto Usman, S.Sos didampingi oleh Pasiops Satgas Lettu Arm Ismail, S.Sos dalam memberikan ceramah wawasan kebangsaan kepada tiga ratusan siswa pada Sekolah Menengah Kejuruan yang bertempat di aula SMK Katolik Kefamenanu, samping gereja ST.Theresia.

Akhir-akhir ini, dampak krisis multidimensional menunjukkan adanya tanda awal munculnya berbagai krisis percaya diri dan rasa hormat diri sebagai bangsa. Krisis kepercayaan sebagai bangsa berupa keraguan terhadap kemampuan diri sebagai bangsa untuk mengatasi berbagai persoalan mendasar yang terus menerus datang, seolah-olah tidak ada habis-habisnya menyerang Indonesia.” Kata Dansatgas Letkol Arm Teguh Tri Prihanto Usman, S.Sos.

Sikap keiklasan dari Prajurit Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarmed 11 Kostrad menjadi pengajar bantu ini, dapat dijadikan contoh oleh peserta didik dalam hal memotivasi diri untuk menggugah semangat belajar yang tinggi serta kecintaan yang besar kepada bangsa dan negara sejak usia dini.

(pen-kostrad/sir)