Wednesday, 11 December 2019

Antareja Ngebut Ngebor MRT

Sabtu, 14 November 2015 — 21:42 WIB
Sejumlah kendaraan melintas diantara proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta, Sabtu (14/11/2015).  PT Mass Rapid Transit Jakarta menargetkan konstruksi megaproyek angkutan massal ini dapat mencapai 45% pada akhir 2015.(toga)

Sejumlah kendaraan melintas diantara proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta, Sabtu (14/11/2015). PT Mass Rapid Transit Jakarta menargetkan konstruksi megaproyek angkutan massal ini dapat mencapai 45% pada akhir 2015.(toga)

JAKARTA  (Pos Kota) – Pemprov DKI  terus menggenjot pengeboran terowongan MRT rute Blok M- Bundaran HI. Pengeboran sudah sekitar 150 meter dari total 5,9 Km panjang jalur rel.

Jarak 150 meter itu masih kurang sekitar 150 meter menuju stasiun bawah tanah pertama, Stasiun Senayan di seberang pusat perbelanjaan Ratu Plaza, Jakarta Pusat.

Dono Boestami, Direktur Utama PT MRT Jakarta menjelaskan,  pengerjaan terowongan dilakukan siang malam. “Prinsipnya pengerjaan proyek MRT kita kebut,” tegasnya, Sabtu (14/11)

Ia mengatakan  Antareja menggunakan teknologi berbasis Earth Pressure Balance (EPB) yang pertama kali digunakan di Indonesia. Ia menerangkan, Antareja memiliki diameter sekitar 6,7 meter dengan panjang 43 meter.

“Bobotnya mencapai 323 ton, mulai dari bagian kepala (cutterhead) hingga bagian akhir (backup cars). Antareja ini ini akan mampu menebor terowongan jalur bawah tanah MRT dengan kecepatan 8 meter per hari,” ujar Dono.

SAMPAI DESEMBER

Seperti diketahui, pengeboran terowongan MRT di resmikan Presiden Jokowi pada 21 September lalu. Pengoperasian mesin bor bawah tanah atau tunnel boring machine (TBM) bernama Antareja pada proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dimulai di Patung Pemuda Senayan.

Perusahaan pembuat terowongan asal negeri Sakura, Japan Tunnel Systems Corporation (JTSC) menjadi pemasok Antareja, mesin bor bawah tanah raksasa yang menjadi andalan pemerintah dalam menggarap proyek mass rapid transit (MRT) di Jakarta.

Ia memperkirakan dengan menggunakan mesin bor buatan Jepang, pengerjaan konstruksi jalur terowongan bawah tanah MRT diperkirakan akan berlangsung hingga Desember 2016. (john)