Friday, 13 December 2019

Marciano Berharap Ketua KONI Bisa Bangun Komunikasi

Jumat, 20 November 2015 — 7:45 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen (Purn) Marciano Norman.

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen (Purn) Marciano Norman.

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen (Purn) Marciano Norman berharap Ketua KONI Pusat mendatang mampu membangkitkan prestasi olahraga, dan membangun komunikasi serta hubungan yang baik dengan sesama pemangku kebijakan olahraga di tanah air.

“Jangan lagi media-media lebih banyak memberitakan konflik-konflik di jajaran elit olahraga,” katanya di sela-sela final kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 cabang olahraga taekwondo di Cibubur, Jakarta, Kamis (19/11).

Menurut dia, tidak boleh lagi ada kegaduhan di antara pengurus-pengurus cabor. Ke depan, sambungnya, kita sudah harus siap berprestasi secara internasional. Utamanya ketika bertindak sebagai tuan rumah Asian Games 2018.
“Tentunya kita ingin mendengar lagu Indonesia Raya terus berkumandang, bersama dikibarkannya merah putih di setiap venue Cabor,” katanya lagi.

Sebagaimana diketahui, Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) akan berlangsung, akhir November mendatang.

SATU CALON
Hanya sayang, hingga penutupan pendaftaran calon ketua umum, Kamis (19/11) sore, baru satu calon ketua umum terdaftar, yakni Mayjen (Purn) TNI Tono Suratman, yang juga ketum saat ini.

Sejauh ini KONI menjadi bagian dari terpuruknya prestasi olahraga Indonesia di ajang internasional. Banyaknya konflik di dalam tubuh pengurus cabang olahraga, hingga hubungan kurang harmonis KONI dan Komite Olahraga Indonesia (KOI).

Di lain sisi, nama Marciano Norman banyak diminta kalangan olahraga untuk memimpin KONI Pusat. “Kalau memang dibutuhkan saya siap, karena pengabdian kepada negara tidak pernah berakhir,” katanya.

Sayangnya, pendaftaran telah tertutup, tapi hanya mendapatkan satu calon yang merupakan Ketum saat ini. Layakkah Musornaslub hanya memunculkan seorang calon ketum untuk dipilih? “Saya serahkan semuanya pada mekanisme yang ada,” kata Marciano. (awang/si)