Thursday, 14 November 2019

Skenario Ganti 32 Kali, Perempuan Indonesia Ini Tembus Hollywood

Sabtu, 21 November 2015 — 5:45 WIB
Livi Zheng, sutradara yang membawa film 'Brush with Danger' menembus Hollywood. (PNJ-30)

JAKARTA (Pos Kota) – Livi Zheng, sutradara muda Indonesia, berhasil membawa asil karyanya ke ranah internasional lewat filmnya berjudul ‘Brush with Danger’. Naskah film ini sempat ditolak 32 kali.

Tembus di taraf internasional bukanlah hal yang mudah bagi setiap pembuat film. Termasuk Livi yang harus jatuh bangun sebelum filmnya diakui.

“Skenario film ini ditolak sampai 32 kali. Tapi saya terus (usaha), saya revisi skenario terus sampai cukup matang. Pelan-pelan bisa ngumpulin crew dan akhirnya saya punya tim yang solid untuk buat Brush with Danger,” kata Livi Zheng, saat ditemui di XXI Pkaza Senayan, Jumat, (20/11/2015).

Dalam film ini, Livi Zheng tak hanya menyutradarai. Sineas 25 tahun ini juga memproduksi, sekaligus membintangi dalam peran pengganti yang melakukan pengambilan gambar selama 27 hari pada 2013 di Seattle, Washington dan Los Angeles, California ini.

Film ini mengisahkan tentang kakak beradik yang menggunakan kemampuan mereka untuk bertahan hidup di tanah yang asing. Pemerannya adalah Livi dan saudara sungguhannya, Ken Zheng.

Setelah filmnya tembus di Amerika, Livi mencoba untuk menayangkan di negaranya, Indonesia. Namun, Levi mengaku belum sepenuhnya paham industri perfilman di Indonesia karena sejak umur 15 tahun, Livi sudah tinggal di luar negeri. Jadi, maklum saja, Livi harus mengurus semuanya persyaratannya.

“Persiapannya panjang. Karena dari umur 15 tahun aku udah di luar, jadi emang nggak tau indusrti (perfilman) Indonesia dan baru belajar bulan juni kemarin. Aku mempelajari, ternyata di Indonesia dengan Amerika sistemnya beda. Akhirnya ngurusin sensor, impor film, distribusi film sendiri. I learn a lot and I’m glad I got it,” katanya.

Perempuan yang sejak umur 18 tahun tinggal di Amerika dan juga jago karate ini mengutarakan alasan film ini untuk ditayangkan di mata dunia. “Karena kita kalau kita punya mimpi yang besar, kita harus punya keyakinan yang besar. Dan itu disertai dengan kerja keras dan pasti di semua kesuksesan itu banyak kegagalan. Kerja kerasnya amat sangat. Setiap kesuksesan banyak perjuangannya,” tuturnya.

Film ini diputar di Amerika Serikat pada 19 September dan mendapat tanggapan positif. Di Indonesia, akan ditayangan akhir tahun. ‘Brush eith Danger’ juga dibintangi Norman Newkirk, Nikita Breznikov, Michae Blend dan Stephanie Hilbert. (PNJ-30/yp)

Terbaru

Petugas sedang memperbaiki saluran yang rusak dan penuh lumpur. (wandi)
Kamis, 14/11/2019 — 7:40 WIB
Penuh Lumpur, Saluran Air di Pasar Minggu Dikuras
Kamis, 14/11/2019 — 7:20 WIB
Nunggu Kapan Lagi?