Monday, 21 October 2019

Demo 4 Hari, Ribuan Trailer Milih Tak Beroperasi

Selasa, 24 November 2015 — 19:06 WIB
*Illustrasi

*Illustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Aksi buruh di Pelabuhan Tanjung Priok Senin kemarin menyebabkan sejumlah trailer enggan keluar dari depo atau kandangnya. Miliaran pendapatan melayang.

Akibat armada trailer berhenti beroperasi, jalan-jalan di seputar Pelabuhan seperti di Jalan Raya Cakung Cilincing (Cacing), Marunda,  RE Martadinata, Enggano dan Yos Sudarso dan Jalan Sulawesi tampak lengang.

Tanpa kecuali, di area pelabuhan sendiri juga terpantau sepi kendaraan berat container. Pemandangan ini bertolak belakang dari hari-hari biasa dimana di pelabuhan terpadat di Indonesia tidak pernah luput dari antrian trailer dan kemacetan.

Kerumunan massa buruh terlihat di jalan Jampea Koja dan depan pos 9 depan pintu masuk Jakarta International Container Terminal (JICT) yang selama ini menjadi akses pintu masuk ke terminal peti kemas Koja maupun Pelabuhan Priok.

Ratusan personil Polres Pelabuhan Tanjung Priok dibantu Polda Metro Jaya terlihat berjaga di depan pintu pos 9. Sejumlah pendemo sempat menghentikan dan melempari beberapa kendaraan trailer yang mencoba melintas di depan massa, hingga akhirnya beberapa petugas mencoba menyetop dan mengalihkan trailer agar tidak melewati kerumunan massa pendemo.

Tidak Beroperasi

Sekretaris Wilayah Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta, Maradang Rasjid mengatakan, sejumlah pengusaha truk memilih tidak mengoperasikan armadanya menyusul adanya demo buruh tersebut.

“Lebih baik kami tidak jalankan truk ketimbang terkena macet parah,” ujar Rasyid. “Meski begitu  pengusaha truk terus memantau situasi dan kondisi dampak demo buruh tersebut sepanjang hari ini,” katanya.

Demo 4 Hari

Aptrindo bahkan sudah memberikan imbauan kepada para anggotanya untuk tidak mengoperasikan armadanya yang biasa beroperasi di wilayah Pelabuhan Tanjung Priuk maupun daerah kawasan industri di sekitarnya.

Sebab, demo buruh selama empat hari  di Pelabuhan Tanjung Priok mengarah ke penutupan pelabuhan dengan melakukan pemalangan pintu dengan trailer seperti yang sudah-sudah.

Kendati potensi kerugian yang dialami para pengusaha truk lumayan besar tetapi  menghentikan operasi adalah keputusan terbaik ketimbang terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jika armada nekat beroperasi.

Setiap armada akan kehilangan omset sekitar Rp5-8 juta per hari. Sedangkan di Tanjung Priuk saja ada sekitar 44 ribu truk milik anggota Aptrindo dan jika dikalikan 4 hari maka bisa miliaran potensi hilangnya pendapatan pengusaha dan sopir, belum ditambah kerugian pemilik barang yang komoditinya terlambat tiba di pabrik atau mengendap di Priok. (dwi/win)

Terbaru

istana negara
Senin, 21/10/2019 — 10:38 WIB
Ada Machfud MD dan Nabil Makarim
Sejumlah Calon Menteri Dipanggil ke Istana Negara
Botol miras yang disita petugas.(angga)
Senin, 21/10/2019 — 10:09 WIB
Disembunyikan di Kebun
Di Acara Hiburan Musik, Petugas Gabungan Sita Puluhan Botol Miras