Monday, 09 December 2019

Koperasi Beromset Triliunan Didorong Buka Cabang di Luar Negeri

Kamis, 26 November 2015 — 19:20 WIB
Menkop dan UKM, AAGN Puspayoga

Menkop dan UKM, AAGN Puspayoga

JAKARTA (Pos Kota) – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mendorong koperasi beromset triliunan rupiah membuka cabang di luar negeri. Terutama di negara yang banyak TKI seperti Malaysia, Hongkong, Korea dan sebagainya.

“Koperasi harus melakukan reformasi total,” kata Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga, saat bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, bertatap muka dengan para nelayan di Karangsong, Indramayu, Jabar, Kamis (26/11).

Selain itu, Puspayoga dalam rilisnya juga berharap koperasi yang beromset besar mau melebarkan sayap usaha lain, seperti membangun pabrik maupun usaha, termasuk membuka sekolah maupun perguruan tinggi.

“Ini untuk membantu dan memudahkan masyarakat sekitar dalam ekonomi dan tentunya anggota koperasi itu sendiri,” tambah mantan Wagub Bali ini.

Menurutnya, pembangunan SMK Mitra Maritim oleh koperasi merupakan bentuk pengembangan koperasi. Bahkan, ada koperasi di Mojokerto, Jatim, mengembangkan usaha membangun pabrik gipsum. Pabrik ini dibangun di atas lahan seluas 600 hektar dengan investasi Rp260 miliar. Koperasi ini mampu bangun pabrik karena omsetnya, mencapai Rp2 triliun lebih.

Kembali Kerja di Indonesia

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta masyarkat nelayan membentuk koperasi wanita untuk menampung aspirasi ibu-ibu setempat. “Saya berharap sekolah yang dibangun koperasi ini bisa menghasilkan lulusan ahli perikanan dan perkapalan,” tuturnya.

Ia juga berharap orang Indonesia yang bekerja di kapal asing mau kembali bekerja di Indonesia. “Satu lagi harapan saya, ibu-ibu harus membentuk koperasi sendiri untuk menopang kebutuhan keluarga dan mengisi kekosongan waktu,” pinta Susi.

Di akhir acara, kedua menteri menggelar dialog pada masyarakat nelayan yang mayoritas anggota Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina Sumitra yang saat ini memiliki omset Rp31 miliaran. (setiawan/win)