Monday, 11 November 2019

Untung Baru Jejer Tidur Tak Sampai Menidurinya

Senin, 30 November 2015 — 6:18 WIB

ORANGNYA sih pakai kedok mirip teroris, bukan seperti si Kolor Ijo. Tapi kelakuannya bikin janda Dasiyem, 45, kaget luar biasa. Bayangkan, suami bukan tahu-tahu njejeri tidur di sampingnya. Tapi ketika si janda teriak, manusia ber-balaclava itu malah menghajarnya, baru pergi. Untung Dasiyam tak sampai ditiduri.

Tahun 2003 Bekasi pernah heboh adanya penjahat kelamin yang lebih dikenal sebagai Kolor Ijo. Selain mencuri harta, pelakunya yang bercelana kolor hijau itu demen sekali menggerayangi kemaluan korban wanita, dan memperkosanya. Di Probolinggo (Jatim) pernah ditangkap si “Kolor Ijo” karena memperkosa sejumlah korbannya dengan senjata ajian ilmu sirep. Ketika si kolor ijo beraksi, anggota keluarga tak ada yang tahu karena semua tertidur.

Mungkin diilhami kisah para pendahulunya, seorang penjahat kelamin beberapa hari lalu menyatroni rumah janda Dasiyem, warga Dusun Betro, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan (Jatim). Agaknya si “kolor ijo” tahu bahwa calon korbannya memang cantik, sekel nan cemekel, sehingga menurut istilah sekarang disebut: enak dikeloni dan perlu!

Namanya janda, tentunya setiap malam tidur sendirian. Kalau ada teman, paling guling yang tanpa makna. Malam itu janda Dasiyem tidur dengan mengenakan daster saja, tanpa berselimut. Mungkin karena capek seharian kerja, tidurnya pules sekali sampai lupa akan utang-utangnya, kalau ada.

Sekitar pukul 22.00 dia terjaga, karena seperti ada tangan yang menggerayangi. Alangkah kagetnya begitu tahu di sampingnya ada lelaki asing ikut jejer tidur bersamanya, sementara daster yang dikenakan Dasiyem sudah tersingkap ke mana-mana. Siapa lelaki itu tak dikenalnya, karena menggunakan penutup muka seperti kalangan teroris.

Saking kagetnya, secara spontan Dasiyem berteriak minta tolong. Si “kolor ijo” langsung bangkit. Tapi sebelum kabur dia sempat menempeleng Dasiyem beberapa kali. Lantaran pelaku sama sekali tidak ngomong diduga keras selama ini orang tersebut sudah lama nginceng (mengincar). Tapi siapa sosoknya, masih menjadi misteri. Andaikata ngomong pasti suaranya langsung dikenal oleh Dasiyem.

Dasiyem segera membenahi tubuhnya yang acak-acakan, tapi alhamdulilah asset miliknya masih utuh, sebab menurut istilah Sutan Batugana, belum sempat “masuk itu barang”. Paginya segera dia melapor ke Polsek Gempol. “Saya hanya tahu dia pakai penutup muka seperti teroris, yang kelihatan matanya doang,” ujarnya pada polisi.

Yang pakai rekaman suara saja masih tak diakui kok Mas. (JPNN/Gunarso TS)