Friday, 06 December 2019

Tawuran, Rumah Warga Cipinang Tak Berkaca

Kamis, 3 Desember 2015 — 15:04 WIB
Rumah warga Cipinang tak berkaca setelah dirusak saat terjadi tawuran antarpemuda. (PNJ-17)

Rumah warga Cipinang tak berkaca setelah dirusak saat terjadi tawuran antarpemuda. (PNJ-17)

JAKARTA (Pos Kota) – Hartono berkali-kali menggelengkan kepalanya. Ia masih syok mengingat tawuran antarpemuda yang terjadi di sekiar tempat tinggalnya di Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur.

Lelaki 65 tahun ini mengaku lemas mengingat tawuran yang terjadi pada Rabu (2/12/2015) malam hingga dini hari. Ia tak habis pikir bagaimana anak-anak muda itu bisa begitu beringas.

“Saya dengar mereka mereka ribut, gaduh sekali. Lalu mereka merusak begitu saja mobil saya. Padahal, apa salah saya?” ucap lelaki 65 tahun ini, Kamis (3/12/2015). “Mereka juga merusak rumah warga lainnya.”

Mobil yang diparkir di depan rumahnya rusak. Kacanya pecah.

“Saya tegur mereka untuk tidak merusak,” ungkapnya. “Tapi mereka malah mau menusuk saya pakai samurai yang dibawanya. Untuk saya menghindar, sampai jatuh. Kalau tidak, mungkin saya kena sabet samurai itu.”

Hartono mengatakan pecahna kaca membuat mobil tak bisa digunakan. Ia harus mengeluarkan uang Rp10 juta untuk perbaikannya.
“Coba, uang segitu besar dari mana? Apa mereka mau bertanggung jawab?” katanya.

Tawuran antarpemuda di Cipinang sudah terjadi sejak berbulan lalu. Sedikit damai, perang bisa meletus begitu saja bila dengan pemicu masalah sederhana.

Saling tawur tak hanya merusak kendaraan warga. Rumah-rumah juga rusak. Mulai dari kaca jendela mapun pintu hingga genteng.

“Kalau sudah tawuran kami serba salah. Mau melerai jelas tak mungkin karena bisa menjadi korban. Apalagi banyak yang membawa senjata tajam,” katanya. “Tapi tidur juga nggak bisa karena waswas. Soalnya mereka merusak rumah.”

Warga berharap polisi bertindak tegas. Siapapun yang tawuran, apalagi membawa senjata tajam, ditangkap saja. Mereka khawatir jatuh korban. (PNJ-16/yp)