Friday, 13 December 2019

Utang, Pembakar Semangat Kerja?

Jumat, 4 Desember 2015 — 5:30 WIB
DK Des 1504

SIAPA yang nggak punya utang? Punya utang itu nggak usah bangga. Terus bikin pembenaran, ah negara aja punya utang kok?

Betul juga sih, karena ternyata untuk memperoleh utang itu nggak gampang-gampang amat. Malah ada yang bilang, orang yang punya utang berarti dia dipercaya oleh orang lain. Percaya, kalau bakalan bisa membayar utangnya dengan lancar.

Nggak percaya, coba saja ujug-ujug minta pinjaman atau utang pada tetangga terdekat, belum tentu dikasih? Yaitu, tadi kalau dikasih bakalan mampu ngembalikan nggak?

Nah, begitu pula utang pada bank, atau lembaga keuangan yang sekarang ini menjamur, nggak segampang yang mereka tawarkan. Apalagi yang dibilang kredit tanpa agunan atau KTA? Lha, wong yang pakai agunan saja berbelitnya bukan alang kepalang, kok!

Nggak percaya? Coba saja, datang ke bank, bawa sertifikat tanah, BPKB kendaraan, terus minta utangan sekian ratus juta untuk biaya ini itu? Orang bank bakalan selidik sana sini,dan ngitung secara njelimet, untung ruginya ngasih utang sama nasabah, terutama orang kecil yang penghasilannya nggak jelas, pasti ujung-ujungnya ditolak. Yah, cuma bikin sakit ati doang!

Nah, kembali kepada orang-orang yang saat ini sedang berutang. Apa yang dipikirkan setiap bulan? O, tentu saja, agar tetap dipercaya sama si pemberi utang ya harus tertib membayar tepat waktu. Kalau nggak, ya jaminannya bakalan disita. Lihat tuh, hampir setiap hari, ada saja motor mobil yang ditarik secara paksa oleh para dept collector. Betul begitu?

Nah, bagi yang nggak mau menanggung malu, kalau motor atau mobilnya ditarik paksa, maka giatlah mencari nafkah.

Paling tidak ketika datang malas, pikirannya langsung tergugah, “O, iya punya utang, ya?”

Begitu juga Bang Jalil, yang masih punya tanggungan cicilan motor. Ketika dia males, sang istri selalu mengingatkan,” Kita nggak mau malu sama tetangga, kan Pak?”

Nah kali ini, peringatan datang juga dari sahabatnya melalui BBM. ‘ Ayo, semangat kerja. Jangan malas! Ingat sama cicilan utang yang belum lunas!’ – massoes