Tuesday, 10 December 2019

Pemerintah Agar Libatkan Ulama Cegah WNI Gabung Dengan ISIS

Sabtu, 5 Desember 2015 — 23:16 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah tetap agar melibatkan ulama, dan tidak jalan sendiri dalam mengantisipasi, atau mencegah Warga Negara Indonesia (WNI) yang bergabung dengan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Demikian dikatakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin yang dihubungi di Jakarta, Sabtu (5/12). “Sekarang ini jumlah WNI yang bergabung dengan ISIS sudah mencapai 800 orang,” tutur Ma’ruf.

Sebelumnya, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan data adanya 800 WNI yang bergabung dengan kelompok radikal ISIS. Selain itu, Luhut juga menyebutkan dari 800 orang itu, sebanyak 284 orang telah teridentifikasi, dan 516 orang masih membutuhkan penyelidikan.

“Saya harus katakan pemerintah selama ini tidak melibatkan ulama dalam menangkal pengaruh dari ISIS. Padahal peran ulama itu sangat efektif dalam menangkal pengaruh ISIS,” terang mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres).

Ia menambahkan mereka yang bergabung dengan ISIS itu karena kurangnya pemahaman agama. “Kalau ini tidak diantisipasi mereka yang sudah bergabung akan menularkan ideologi ISIS kepada generasi baru,” ucap Ma’ruf.

Ma’ruf mengakui ulama selama ini terkendala dana untuk melakukan sosialisasi tentang ideologi ISIS yang memang sangat bertentangan dengan ajaran Islam. “Sebab itu ke depan pemerintah agar mengajak ulama dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam yang moderat untuk mensosialisasikan bahaya ideologi ISIS,” Ma’ruf menambahkan.

Menurutnya, ulama tidak memiliki dana operasional untuk menggelar dakwah ke daerah-daerah. “Sebab itu, kami menghimbau agar pemerintah mau membantu persoalan ini sehingga tidak ada lagi WNI yang bergabung dengan ISIS,” Ma’ruf menjelaskan. (Johara)