Sunday, 15 December 2019

Sistem Informasi Kepegawaian DKI Buruk

Minggu, 6 Desember 2015 — 6:20 WIB
Balaikota DKI Jakarta

Balaikota DKI Jakarta

JAKARTA  (Pos Kota) – Wakil Gubernur (Wagub)   Djarot Saiful Hidayat mengakui sistem informasi kepegawaian (simpeg) DKI  masih buruk. Hingga saat ini, simpeg DKI belum terekam dengan baik dan belum mengarah ke paperless.

“Sistem Informasi kepegawaian kita memang tidak baik. Kita akan perbaiki,” tegas  Djarot, Sabtu (5/12).

Keberadaan simpeg sangat penting peranannya dalam kehidupan birokrasi PNS DKI.  Diantaranya, penentuan Tunjangan Kinerja Daearah (TKD), kenaikan pangkat, pegeseran jabatan, pensiun dan yang meninggal dunia.

“Harusnya semua itu terekam semua dengan baik dan betul. Kalau kita punya sistem informasi yang bagus, maka apa pun yang terjadi pada PNS langsung terekam di sistem. Dengan begitu kita bisa memenuhi data secara tepat an akurat. Sayangnya, simpeg kita belum baik,” jelasnya.

Simpeg dengan sistem komputerisasi telah diterapkannya saat menjabat Walikota  Blitar selama 10 tahun. Semua dokumen kepegawaian Blitar sudah terekam di dalam sistem dan tersimpan dengan rapi.

“Kita waktu di Blitar menerapkan hal itu, simpeg  mantap betul. Kita  tahu persis data pegawai.  Di meja  sudah tidak ada kertas sebegitu banyaknya, karena semua masuk dalam sistem. Dokumen-dokumen penting banget tersimpan rapi, dokumen lain terekap semua. Kita sudah mengarah pada paperless,” ujarnya.

PENUH ARSIP

Diceritakannya, kebijakan itu dilakukan ketika pertama kali masuk ke ruang Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Blitar, terlihat ruangan penuh dengan arsip kepegawaian. Karena jalannya sempit, Djarot sengaja menyenggol tumpukan kertas arsip, sehingga jatuh berantakan.

“Beberapa hari kemudian, kita  ngomong, ini nasibnya orang loh, mari bikin sistem. Dan bisa, itu gampang banget. Oleh sebab itu sistem kepegawaian kita nggak harus tersentral di BKD, tetapi dapat di-back up di tingkat walikota, biar cepet,”  terangnya.

Ia berharap  perbaikan simpeg di Pemprov  DKI  dapat dilakukan di sepanjang tahun 2016 mendatang. Sehingga tahun 2017, simpeg DKI sudah mantap, akurat dan paperless.
(john)