Saturday, 07 December 2019

KPK Periksa Anggota DPRD Sumut Untuk Dalami Kasus Suap

Jumat, 11 Desember 2015 — 16:22 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendalami kasus dugaan suap yang dilakukan Gubernur Sumut nonaktif, Gatot Pujo Nugroho. Kali ini memeriksa Susi Machdarwati Napitupulu.

Susi adalah merupakan istri dari Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut) periode 2009-2014, Chaidir Ritonga yang juga telah menjadi tersangka kasus ini.

Susi diperiksa sebagai saksi. Seperti yang diungkapkan Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati, keterangan Susi sangat dibutuhkan untuk mendalami kasus tersebut.

“Yang bersangkutan (Susi) diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi untuk tersangka GPN (Gatot Pujo Nugroho). Seseorang dipanggil KPK pasti karena keterangannya dibutuhkan penyidik,” kata Yuyuk saat dikonfirmasi, Jumat (11/12).

Sayang, Susi yang juga merupakan putri politisi senior Golkar Burhanuddin Napitupulu itu tidak memberikan keterangan kepada para wartawan saat keluar dari gedung KPK sekira pukul 14.50.

Sebelumnya, Gatot juga datang ke gedung KPK sekira pukul 14.00 WIB. Sama seperti Susi, Gatot juga tidak memberikan komentar kepada para awak media namun kedatangannya diduga untuk melengkapi berkas perkara.

Selain Susi, penyidik KPK juga memeriksa Ketua DPRD tahun 2009-2014, Saleh Bangun yang juga telah menjadi tersangka kasus ini. Seperti halnya Susi, Saleh akan diperiksa sebagai saksi untuk Gatot.

Akan Periksa Wakil Ketua DPRD

Tak hanya itu, penyidik pun menjadwalkan pemeriksaan terhadap Wakil Ketua DPRD 2009-2014, Kamaludin Harahap. “KH akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus ini,” jelas Yuyuk.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Gatot sebagai tersangka kasus suap kepada DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019.

Gatot diduga memberi hadiah atau janji kepada DPRD Sumut terkait sejumlah hal, yakni Persetujuan Laporan Pertanggungjawaban APBD 2012-2014, Persetujuan Pengubahan APBD 2013 dan 2014, Pengesahan APBD 2014 dan 2015, dan Penolakan Hak lnterpelasi DPRD tahun 2015.

Atas tindak pidana yang dilakukannya, Gatot disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 Ayat (1) jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Selain Gatot, sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Sumut juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Di antaranya, Saleh Bangun, Chaidir Ritonga, Ajib Shah, Kamaludin Harahap, dan Sigit Pramono Asri.

Kelimanya disangka telah melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001juncto Pasal 64 Ayat (1) juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana. (junius/win)