Wednesday, 23 October 2019

Jokowi Bagi Habis APBN Senilai Rp2.095 Triliun

Selasa, 15 Desember 2015 — 0:12 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN )  2016 sebesar Rp2.095,7 triliun dibagi habis oleh Presiden Jokowi, dan sisanya sebesar 25,8 persen, atau sekitar Rp 541,4 triliun dialokasikan melalui Kementerian Keuangan selaku Bendahara Umum Negara.

Pembagian anggaran dalam bentuk DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) 2016 diserahkan Kepala Negara, di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/12). Rincian DIPA, sekitar Rp 784,1 triliun atau sebesar 37,4 persen dialokasikan kepada kementerian/lembaga (K/L),  36,7 persen,  atau sebesar Rp770,2 triliun ditransfer ke Daerah dan Dana Desa, 25,8 persen.

Dalam acara itu, hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla, a menteri Kabinet Kerja, dan kepala daerah. Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan,  kegiatan tahun 2016 yang telah direncanakan agar segera dilaksanakan, sehingga tidak terjadi penumpukan penyerapan belanja di akhir tahun. “Segera lakukan proyek-proyek dan kegiatan di tahun 2016 agar kegiatan pembangunan dapat mulai efektif berjalan pada Januari 2016,” ujar Jokowi.

Presiden berpesan agar anggaran tersebut digunakan sebaik-baiknya. “Mari jaga amanah rakyat dalam mengelola keuangan negara,” kata Jokowi.  Presiden menegaskan  harus mengetahui dan paham betul kemana alokasi dana yang dikeluarkan dari uang rakyat yang menjadi tanggungjawab kita semua.

Jokowi juga memberikan Anugerah  Daerah Berprestasi Penerima Dana Insentif Daerah (DID) Tahun Anggaran 2016  di Istana Negara, Senin 14 Desember 2015. Penyerahan DIPA 2016 sengaja dilakukan pada pertengahan bulan Desember 2015 atas keinginan bersama. “Agar proses pelaksanaan pembangunan dan pencairan anggaran dapat berlangsung lebih tepat waktu, lebih merata dan memberikan dampak multiplikasi yang lebih besar kepada pembangunan perekonomian kita,” kata Presiden mengawali sambutannya. (johara)

  • Pelangi

    Tidak tertarik. Yang ingin saya tahu, Sebenarnya berapa sih utang luar negeri yang dibayar pemerintah tiah tahunnya? kok jumlahnya meningkat terus tiap kali diberitakan…
    Maaf bila saya lancang..