Friday, 13 December 2019

Harga Minyak Dunia Bakal Merosot, Pemerintah Agar Cepat cari Solusi

Selasa, 22 Desember 2015 — 10:37 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Harga minyak dunia diperkirakan terus merosot. Bahkan turun hingga kisaran 30 dolar AS/barel.

“Ancaman serius bagi sektor minyak terutama sektor hulu yang tentu akan sangat terpukul atas turunnya harga minyak dunia,” kata Direktur eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahean, Selasa (22/12/2015).

Menurutnya, pendapatan negara dari sektor hulu bisa defisit dan harus mensubsidi sektor hulu untuk menghindari kerugian. Ia menilai menjadi tak baik bila harga minyak mentah mencapai 30 dolar AS/barel atau bahkan di bawahnya.

“Kami yakin produksi akan lebih baik berhenti daripada menderita kerugian besar atau minimal menurunkan target lifting,” jelasnya.

Alasannya, makin tinggi lifting, semakin tinggi kerugian. “Ini benar-benar simalakama,” tambahnya.

Ia menyarankan pemerintah segera susun escape plan atau jalan keluar dari ancaman ini tahun depan. Pemerintah harus siap dengan opsi lain sebagai peta jalan keluar supaya tidak mengagetkan. “Kalau kita tidak siap menghadapi tentu akan lebih berbahaya,” imbuh Ferdinand.

Menurunnya harga minyak dunia juga berdampak terhadap sektor hilir. Seharusnya menurunnya harga minyak mentah membawa berkah bagi rakyat sebagai konsumen, karena dapat membeli BBM dengan harga murah setelah harga BBM diserahkan kepada mekanisme pasar. “Publik akan meminta penurunan harga BBM seiring merosotnya harga minyak,” ucapnya.

Penurunan harga jual BBM, sambungnya, akan menambah ancaman keuangan bagi Pertamina karena sektor hulu tidak mampu memberi keuntungan hingga berharap pada sektor hilir. Hanya saja, sektor hilir juga menghadapi tekanan dari publik. “Inilah dampak negatif dari penentuan harga yang mengacu kepada mekanisme pasar,” katanya.

Ia berharap Pertamina dan pemerintah segera menyiapkan ketentuan baru untuk menghindari kerugian. Salah satunya, ia menyarankan pemerintah sepanjang 2016 menetapkan secara flat harga BBM di kisaran harga per liter Rp7.000 hingga Rp7.500.
“Ini penting untuk menjaga stabilitas APBN dan keuangan Pertamina,” katanya. (setiawan/yp)

  • MR Khalik

    kalau harga minyak dunia turun dan harga bbm kita tidak turun berarti ada mafia minyak

  • Kurtubi Sutowo

    Sebenarnya rakyat yang diuntungkan dengan menurunnya harga minyak.
    Hanya para spekulan yang bangkrut dan berusaha mempengaruhi pemerintah.