Sunday, 15 December 2019

Harga BBM Turun, Pemerintah Wajib Turunkan Tarif Angkutan

Sabtu, 26 Desember 2015 — 20:34 WIB
Biasanya kalau harga BBM turun awak angkit tidak mau turunkan ongkos

Biasanya kalau harga BBM turun awak angkit tidak mau turunkan ongkos

JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah harus bertanggungjawab dengan penurunan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) berdampak kepada penurunan biaya transportasi dan kebutuhan pokok masyarakat.

“Jangan sampai lepas tangan begitu dengan menurunkan harga BBB, tapi tidak ada niat perintah untuk menurunkan biaya transportasi dan kebutuhan harga pokok masyarakat,” papar pengamat anggaran Uchok Sky Khadafi yang dihubungi, di Jakarta, Sabtu (26/12).

Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri ESDM Sudirman Said mengumumkan penurunan harga BBM bersubsi yakni jenis premium dari sebelumnya Rp 7.400,-  per liter menjadi Rp7.150,- per liter, dan  solar dari Rp 6.700 menjadi Rp 5.950,- per liter.

Khadafi menjelaskan pemerintah mengikuti harga pasar minyak dunia dalam kebijakkan menurunkan harga BBM di dalam negeri. Sebab harga minyak dunia sedang turun. “Ini memang tidak cocok jika harga BBM dalam negeri mengikuti harga pasar minyak dunia,” terang Khadafi.

Apalagi, menurut Khadafi, gejolak dunia sekarang ini sangat mempengaruhi turun dan naiknya harga minyak. “Kalau Indonesia juga mengikuti turun dan naiknya harga minyak dunia, maka bisa repot harga BBM dalam negeri akan mengikuti fluktuasi yang sama turun dan naik,” terang Khadafi.

Menjadi persoalan, papar Khadafi, mampukah biaya transportasi dan harga kebutuhan pokok masyarakat juga mengikuti perkembangan turun dan naiknya harga BB. “Ini yang menjadi persoalan,” papar Khadafi.

Sebab itu, Khadafi mengusulkan kepada Jokowi untuk menugaskan menteri terkait agar biaya transportasi dan juga kebutuhan pokok masyarakat juga turun dengan turunnya harga BBM sekarang.

Sementara itu, kernet Bus 106 jurusan Cimone, Tangerang – Senen, Jakarta mengakui repot dengan menurunkan biaya transportas karena harus mengikuti penurunan harga BBM sekarang. “Sebab kalau sekarang ongkos bus diturunkan, dan nanti ada kebijakkan baru dari pemerintah BBM dinaikkan maka ongkos bus naik lagi. Jadi ini report bagi kami kalau ongkos bus naik dan turun,” papar kernet yang tidak mau disebutkan namanya. (Johara)

Terbaru

Anggota Komisi I  DPR RI, Sukamta. (rizal)
Minggu, 15/12/2019 — 19:17 WIB
UU Kewarganegaraan Ancam Imigram Muslim
PKS Desak Pemerintah Panggil Kedubes India
CEO Sahara Farah menerima piagam penghargaan dari Muri atas pemecahan rekor Gebyar 10.000 Warung. (ist)
Minggu, 15/12/2019 — 18:55 WIB
Gelar GEBYAR 10.000 WARUNG, SAHARA Ukir Rekor MURI