Saturday, 07 December 2019

Terkait JICT, Rieke: Menteri Rini Langgar Kewenangan

Rabu, 30 Desember 2015 — 16:26 WIB
Rieke Dyah Pitaloka

JAKARTA (Pos Kota) – Panitia Khusus (Pansus) Pelindo II DPR terus mengumpukan fakta pelanggaran perpanjangan kontrak Jakarta International Container Terminal (JICT). Salah satunya bukti pemberian izin prinsip perpanjangan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.
Padahal sesuai Undang-Undang, Peraturan Perundangan dan Keputusan Mahkamah Konstitusi, kebijakan perpanjangan kontrak merupakan hak prerogatif presiden. Demikian disampaikan Ketua Pansus Pelindo II, Rieke Dyah Pitaloka, Rabu (30/12/2015).

“Kalau mau dipertahankan orang yang terindikasi kuat melanggar Peraturan Perundangan, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan Keputusan Mahkamah Konstitusi yaitu hak prerogatif Presiden. Silakan publik yang menilai,” ujar Rieke.

Sementara saat disinggung dibentuknya Pansus hanya untuk menjegal salah satu seseorang, jelas Rieke menyatakan Pansus Pelindo II yang dibentuk tersebut adalah untuk menyelamatkan keberadaan BUMN. Pasalnya, pemberian izin prinsip yang dilakukan oleh Menteri Rini Soemarno tersebut telah melanggaran peraturan perundangan.

“Apa yang dilakukan (Menteri Rini) tersebut merupakan pelanggaran wewenang dan juga pelanggaran terhadap UUD 1945, Peraturan Perundangan dan Konstitusi, apakah harus dipertahankan,? Dan ini menjadi pintu masuk kembalinya tata kelola BUMN kita,” kata Rieke yang juga politisi PDI-P.

Dia tidak ingin kasus ini hanya berhenti di tengah jalan. Namun dapat menuntaskan semua pihak yang terlibat dalam perpanjangan kontrak JICT. Sehingga, Rieke berharap Presiden Jokowi segera merespon apa yang dilakukan oleh Pansus Pelindo II terkait kisruh BUMN.

Ditambahkan, Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyataan UGM, Fahmi Radhy berharap mengusut terkait siapa saja yang terlibat dalam persekongkolan terhadap perpanjangan kontrak JICT.
“Jadi tidak perlu Presiden yang memberhentikan, kalau sudah menjadi tersangka mereka akan mundur secara sendirinya,” pungkasnya.(guruh)