Sunday, 15 December 2019

Dalami Kasus Suap DPRD Sumut, KPK Panggil Sigit

Kamis, 31 Desember 2015 — 17:12 WIB
gedung-kpk

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalami kasus dugaan suap kepada DPRD Sumatera Utara (Sumut) periode 2009-2014 dan 2014-2019 yang disangkakan kepada Ajib Shah (AJS) dengan memanggil Sigit Pramono Asri (SPA). Sigit yang juga merupakan tersangka DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019, kali ini diperiksa sebagai saksi.

“SPA diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AJS,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (31/12).

Seperti diketahui, dalam kasus ini penyidik KPK sudah menetapkan enam orang tersangka, termasuk Sigit dan Ajib. Selain mereka juga ada Ketua DPRD Sumut Periode 2009-2014, Saleh Bangun serta dua wakilnya, yakni Chaidir Ritonga dan Kamaluddin serta Gubernur Sumut nonaktif Gatot Pujo Nugroho. KPK menduga, Ajib bersama Saleh Bangun dan Chaidir Ritonga menerima suap dari Gatot terkait beberapa hal.

Diantaranya adalah terkait persetujuan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Provinsi Sumut tahun anggaran 2012, persetujuan perubahan APBD tahun 2013, pengesahan APBD tahun 2014, pengesahan APBD tahun 2015, persetujuan LPJ tahun anggaran 2014 serta terkait penolakan penggunaan hak interpelasi oleh anggota DPRD tahun 2015.

Sementara Sigit dan Kamaludin Harahap diduga menerima janji atau hadiah dari Gatot terkait persetujuan LPJ tahun 2012, persetujuan perubahan APBD tahun 2013, pengesahan APBD tahun 2014, serta pengesahan APBD tahun 2015.

Kelimanya dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 64 ayat (1) Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (junius)