Saturday, 19 October 2019

Kendaraan ke Puncak Mengular Berjam-Jam, Asongan Meraup Rezeki

Jumat, 1 Januari 2016 — 22:25 WIB
Jalur menuju Puncak macet. Kendaraan tertahan berjam-jam. (sir)

Jalur menuju Puncak macet. Kendaraan tertahan berjam-jam. (sir)

BOGOR (Pos Kota) – Kemacetan panjang terjadi berjam-jam di jalur menuju Puncak, Bogor, Jumat (1/1/2015) malam. Memanfaatkan hal itu, sejumlah pengasong menjajakan dagangannya dari mobil ke mobil. Namun harga yang ditawarkan menjadi mahal!

Tertahan lama, banyak pengendara yang mulai lapar. Apalagi, persediaan makanan yang dibawa hanya bekal makanan ringan untuk sepanjang perjalanan.

Keluarga Bastian sudah lebih dari lima jam tertahan menuju Simpang Gadog. Anak-anak pun mulai rewel. Upaya mengatasi anak yang mulai tak betah duduk menunggu kendaraan bergerak, ia membeli sejumlah mi instan dalam gelas plastik.

“Ternyata harganya jadi Rp10.000 per gelas. Ini kemahalan karena biasanya cuma Rp7.000-an. Miniman air mineral juga naik Rp3.000 sebotol,” ujarnya. “Tapi dari pada anak nangis terus jadi ya biar saja makan mi instan.”

Dwi, pengendara lain, mengaku terpaksa membeli mi isntan meski tak merasa lapar. “Saya beli supaya perut hangat,” katanya.

Selain mis instan dalam gelas plastik, pengasong juga menjual beragam makanan lain. Mulai dari kacang rebus, jagung rebus bahkan mainan anak.

Sedang Syamsudin mengaku mendadak menjadi penjual mi instan. Katanya, pendapatannya lebih baik dibanding pekerjaannya sehari-hari. “Memang harga lebih mahal tapi mau bagaimana lagi karema memang lapar dari. (syamsir/yp)