Friday, 22 November 2019

Gila Judi, Adik Curi Motor Kakak

Kamis, 7 Januari 2016 — 17:10 WIB
Pelaku pencurian motor

Pelaku pencurian motor

DEPOK (Pos Kota) – Gila judi, adik tega gasak motor kakak kandungnya sendiri. AKsi pelaku terbongkar dan berhasil dibekuk aparat Polsek Sukmajaya di rumah kontrakannya di Sukmajaya, Depok, Kamis (7/1/2016). Kepada petugas tersangka mengaku uang hasi penjualan motor curian sudah habis untuk bermain judi.

Pelaku Riandina, 30, pengangguran, dilaporkan korban sang kakak Fitriyadi,36, pada Senin (28/12/2015) sekitar pukul 18:30, di rumah Kp. Sugutamu, RT.003/021, Mekarjaya, Sukmajaya, pelaku mencur motor korban dalam rumah dengan pintu tidak terkunci.

“Saat kejadian pelaku masuk melalui pintu depan yang tidak dikunci. Motor Honda Beat B 3194 EXR yang ditaruh dalam teras diambil terlebih dahulu mengambil kunci yang digantung dalam ruang tamu,”ujar Kapolsek Sukmajaya AKP Supriyadi.

Mantan Wakasat Reskrim Polresta Depok ini mengaku kecurigaan sang adik Asep melihat pelaku keluar dari rumah korban sambil membawa motor.

“Hasil penyelidikan dan keterangan saksi kerabat korban mengarah ke pelaku dan ditangkap di rumah kontrakannya tidak jauh dari rumah korban. Saat ditangkap pelaku tidak melawan,”ungkapnya.

Sementara itu Kapolresta Depok Kombes Dwiyono mengungkapkan pencurian dalam keluarga ini rentan dalam menjadi konflik.

“Resiko hilang krisis kepercayaan dalam keluarga lantaran telah mencuri atau melakukan perbuatan melawan hukum akan dikucilkan,”katanya.
Mantan Kapolres Banyumas ini menyebutkan apa lagi pelaku yang masih punya hubungan kakak dan adik alasan mencuri hanya untuk berjudi.
“Hoby bermain judi dapat merusak kepercayaan diri dalam keluarga. Apalagi harus mencuri motor kakak sendiri yang dijual dan uangnyya digunakan buat bermain judi,”katanya.

Motor yang telah dicuri pelaku telah digadaikan oleh orang yang dikenal.

“Kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mempercayai orang atau dapat berakibat fatal. Jangan diperbudak sama judi jika ada perbuatan yang melanggar aturan bisa segera melapor ke petugas untuk ditindak lanjuti,”tutupnya. “Pelaku dikenakan pasal 363 KUHP perbuatan pencurian dalam keluarga dengan ancaman lima tahun.” (Angga/yh)