Thursday, 21 November 2019

Kalau Jadi Reshuflle, Jokowi Harus Mikir Panjang Masukkan Menteri dari Parpol

Senin, 11 Januari 2016 — 6:26 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Jokowi harus mempertimbangkan secara matang usulan calon menteri yang berasal dari partai politik (parpol) pendukungnya. Sebab hasil laporan kinerja Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, menunjukkan kinerjanya  jeblok.

Demikian disampaikan mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier di Jakarta. Sebab itu, Jokowi  harus memperhatikan laporan kinerja yang disampaikan Menteri Yuddy untuk reshuffle (perombakan) kabinet Jilid II.

Menurut Fuad, laporan dari Menteri Yuddy tersebut, bahwa umumnya menteri yang berasal dari parpol pendukung Jokowi nilainya jeblok. Sebab itu, mereka yang kinerja jeblok ini agar dievaluasi dalam reshuffle kabinet nanti.

Ia menambahkan dalam reshuffle nanti kalau Jokowi akan memberikan jatah calon menteri kepada parpol pendukungnya, maka Jokowi tetap mempertimbangkan keahlian dari calon menteri tersebut untuk pos yang akan didudukinya. “Jokowi harus berani menolak kalau calon menteri yang diajukan  parpol pendukungnya ukurannya KW2,” papar Fuad yang mantan dirjen pajak.

Dikatakan Fuad, kita mengkhawatirkan calon menteri yang diajukan kepada Jokowi oleh parpol pendukungnya karena kedekatan calon menteri tersebut dengan ketua umum parpol. Bahkan, bukan tidak mungkin ada syarat tertentu yang diminta ketua umum parpol kepada mereka yang mau diajukan menjadi menteri.

“Jadi ketua umum parpol pendukungnya mengajukan calon menteri kepada Jokowi, tanpa melakukan seleksi terlebih dahulu dalam internal mereka, dan hanya karena faktor kedekatannya.  Sebab itu, Jokowi harus menolak calon menteri tersebut kalau memang tidak memiliki keahlian di bidangnya untuk pos menteri yang akan diduduki,” Fuad menambahkan.

Ia menerangkan laporan kinerja Menteri Yuddy itu merupakan masukkan kepada Jokowi. Meskipun nantinya Jokowi memiliki pertimbangan sendiri untuk menggunakan hak prerogatifnya dalam mengangkat seorang menteri dalam reshuffle nanti. “Itu jelas sekali dari laporan Menteri Yuddy, bahwa menteri yang berasal dari parpol umumnya berkinerja rendah,” terang Fuad. (Johara)

Terbaru

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna usai mengikuti rapat membahas kesiapan Kampus UIII Cimanggis dengan Wakil Presiden RI Mar'uf Amin. (anton)
Kamis, 21/11/2019 — 11:23 WIB
Antisipasi Macet di Sekitar Proyek Kampus UIII Cimanggis
Pemkot Depok Usulkan Pelebaran Jalan Raya Bogor-Juanda