Thursday, 21 November 2019

Antisipasi Teror, Imigrasi Perketat Pengawasan WNA

Kamis, 14 Januari 2016 — 21:32 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Sebagai antisipasi terhadap aksi terorisme, Kanwil Hukum dan HAM DKI memerintahkan kepada kantor imigrasi (Kanim) se-DKI  memperketa terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing (POA).

“Salah satunya, dengan membentuk tim pengawasan orang asing dan penerapan aplikasi pelaporan orang asing,” kata Kepala Kanwil Hukum dan HAM DKI Mardjoeki, dalam keterangan pers, di Jakarta, Kamis (14/1).
Menurut Mardjoeki didampingi seluruh Kepala Kanim se-Jakarta, kebijakan kebijakan untuk meminimalkan warga negara asing terhadap aktivitas terorisme.

“Dimana para petugas akan melakukan profiling dan pemeriksaan lebih mendalam terhadap penumpang dengan indikasi tertentu,” ujar Mardjoeki.

Dia kemudian mencontohkan, seperti informasi tentang kelompok WN RRT (Uighur) yang terlibat kelompok teror Santoso di Poso, dan diduga terlibat dalam kelompok radikalisme ISIS.

“Dalam beberapa bulan terakhir terhadap pemulangan WNI dan Turki, yang diduga terkait dengan aksi teror dan radikal di luar negeri, kita selalu berkoordinasi dengan BNPT, Polri, Densus 88 dan Badan Intelijen Negara (BIN).”

DIPERKETAT

Dalam upaya meningkatkan pengawasan orang asing di DKI, lanjut Mardjoeki akan dilakukan dengan memperketat pemeriksaan para penumpang di tempat pemeriksaan imigrasi (TPI).

Peningkatan pengawasan dilakukan melalui Kanim se-DKI, dengan cara pengawasan rutin, pengawasan residentil dan melalui deportasi (pemulangan ke asal negara) dan pro-justisia (membawa ke pengadilan).
Dari catatan, Januari-Desember 2014 terdapat 794 warga asing dikenakan tindakan administrasi dan 13 dibawa ke pengadilan.

Sedangkan, Januari-Desember 2015 sebanyak 557 orang asing dikenakan tindakan administrasi dan 90 orang dibawa ke pengadilan. (ahi)