Monday, 09 December 2019

Diduga Mau Menyerang Sekolah di Jakarta, Pelajar di Depok Diamankan

Rabu, 20 Januari 2016 — 19:33 WIB
Kasat Sabhara Polresta Depok Kompol Ahmad Yani menyita dua senjata tajam jenis golok dan celurit yang akan digunakan untuk tawuran pelajar. (Angga)

Kasat Sabhara Polresta Depok Kompol Ahmad Yani menyita dua senjata tajam jenis golok dan celurit yang akan digunakan untuk tawuran pelajar. (Angga)

DEPOK (Pos Kota) – Petugas patroli Sabhara Polresta Depok  menangkap pelajar yang akan tawuran di Jalan Pekapuran, Cimanggis, Kota Depok, Rabu (20/1) petang. Pelajar itu diduga akan menyerang sekolah sedang ulang tahun di Jakarta.

Menurut Kasat Sabhara Polresta Depok, Kompol Ahmad Yani, anggota patroli mobil sedang melakukan tugas rutin patroli wilayah. Saat berpapasan sekitar 30 pelajar naik di atas truk. Diduga akan tawuran langsung petugas menghentikan truk membuat pelajar berhamburan kabur.

“Yang  kita amankan tiga pelajar yaitu RN,16, A,16, dan N,16, masing-masing kelas 2 dan 1 SMA,”ujarnya kepada Pos Kota di ruang kerjanya.

Mantan Wakasat Sabhara Polresta Depok ini mengatakan dari tas pelaku disita dua  senjata tajam diduga akan digunakan untuk tawuran.

“Golok dan celurit  itu menurut pengakuan pelajar rencana  digunakan untuk tawuran dengan sekolah SMA yang ada di Jakarta karena sedang merayakan ulang tahun,”katanya.

Kapolresta Depok Kombes Dwiyono menambahkan pihaknya memberikan apresiasi terhadap petugas patroli mobile atas kepekaannya dapat menggagalkan aksi tawuran.

“Para pelajar gabungan SMA Depok dan Cibinong ini terlebih dahulu janjian dengan sekolah dari lawannya melalui BBM. Pas berbarengan dengan hari ulang tahun sekolah tersebut. Tadinya janjian di daerah Cilangkap karena tidak datang, akhirnya pelajar ini menghampiri sekolah tersebut namun dapat digagalkan petugas dalam perjalanan,”ungkapnya.

“Jika memang terbukti dengan sengaja membawa senjata tajam maka para pelajar akan dikenakan undang-undang darurat membawa senjata tajam di muka publik bukan untuk keperuntukannya. Jika tidak terbukti maka akan dibina saja,”tambahnya. (Angga)