Wednesday, 16 October 2019

Ditarik Kembali ke Pemprov DKI, Mantan Pejabat KPU Ucapkan Terima Kasih

Rabu, 20 Januari 2016 — 16:27 WIB
Sejumlah mantan pejabat KPUD DKI yang kini jadi staf di Kesbangpol DKI Jakarta. (Joko)

Sejumlah mantan pejabat KPUD DKI yang kini jadi staf di Kesbangpol DKI Jakarta. (Joko)

JAKARTA (Pos Kota) – Puluhan mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Ahok yang telah menarik mereka kembali ke Pemprov DKI. Selain itu, mereka juga ingin meluruskan pemberitaan di sejumlah media massa, bahwa penarikan terhadap 34 pegawai atas permintaan mereka sendiri.

“Bukan atas permintaan Gubernur seperti banyak diberitakan media,” ujar Ramdhan Samudera, salah satu mantan pejabat eselon IV di KPUD yang kini dipindah sebagai staf di Badan Kesbangpol DKI Jakarta, Rabu (20/1). “Kami minta dikembalikan ke Pemprov DKI karena ada semacam paksaan untuk ditarik sebagai pegawai organik KPUD jika masih bertahan di sana,” ujar Ramdhan selaku juru bicara bagi puluhan eks-pejabat KPUD DKI.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebanyak 34 pejabat KPUD, eselon dua, tiga, dan empat secara mendadak ditarik ke Pemprov DKI pada tanggal 12 Januari. Mereka sempat stress karena setelah diperbantukan selama belasan tahun di KPUD, dikembalikan sebagai staf bagian umum di Badan Kesbangpol. Gubernur Ahok menyatakan penarikan seluruh pejabat yang berstatus PNS DKI atas permintaan komisioner. “Saya mah tidak ada kepentingan apa-apa dari penarikan pegawai tersebut,” ujarnya. (Pos Kota, Rabu, 13/1).

Ramdhan menambahkan agar tidak terjadi salah paham berbagai pihak, maka semua mantan pegawai KPUD Jakbar dan Jaktim berinisiatif melayangkan surat kepada Gubernur Ahok yang intinya menegaskan mereka memilih kembali ke Pemprov DKI atas permintaan sendiri. “Permintaan ini juga bukan karena uang tunjangan kinerja daerah (TKD) dari DKI yang jauh lebih besar dibanding tunjangan kinerja (Tukin) dari pemerintah pusat kepada petugas KPUD,” tambah Ramdhan yang mengabdi di KPUD Jakbar selama 13 tahun. Mereka ingin mengembangkan karir yang lebih luas di pemprov.

Pantauan Pos Kota di Balaikota, hingga saat ini puluhan mantan pejabat KPUD tersebut hanya dipekerjakan sebagai staf di Badan Kesbangpol. Secara umum nyaris tidak ada pekerjaan sehingga membuat mereka banyak yang merasa bosan. “Soalnya kami biasa kerja, tapi sudah seminggu ini tidak ada yang bisa dilakukan,” ujar salah satu pegawai. Mereka berharap mudah-mudahan Gubernur segera mengembalikan posisi jabatan mereka di lingkungan pemprov.

Mereka distafkan bukan lantaran bersalah atau malas kerja, melainkan terkena dampak dari suatu kebijakan. “Dulu, kami juga tidak minta ditugaskan ke KPUD. Tapi tugas itu kami jalankan dengan baik, sehingga penyelenggaraan Pemilu maupun Pilkada DKI berlangsung sukses. Semoga ini jadi pertimbangan Bapak Gubernur dan Baperjakat untuk mengembalikan kedudukan eselon kami,” harapnya.(joko/ruh)