Wednesday, 13 November 2019

Macet di Jalan Matraman! Bersabar lah, Pembangunan Saluran Air Terhambat Utilitas

Senin, 25 Januari 2016 — 8:00 WIB
Walikota Bambang Musyawardana meninjau krosing Matraman. (chotim)

Walikota Bambang Musyawardana meninjau krosing Matraman. (chotim)

MATRAMAN (Pos Kota) – Jika arus lalulintas di Jalan Matraman Jakarta Timur belakangan ini macet total bersabarlah.  Pasalnya sedang ada pembangunan saluran penghubung di tengah jalan. Dan kemancetan diperkiakan akan lebih lamah karena pembangunan krosing tersebut terhambat adanya utilitas PLN, telepon dan pipa air.

“Harusnya hari ini Minggu kemarin sudah ngecor. Tapi terkenada utilita,” kata Ahmad Yazid Bustomi, Ksudin Tata Air Jakarta Timur.

Hal itu disampaikan saat mendapingi Walikota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana saat meninjau lokasi krosing. Akibat kabel dan utilitas lain menjadikan pekerjaan tertunda.

“Kami sudah membuat surat, dan juga sudah ada orang yang datang. Tapi ya tidak ada aksi. Maka kita ambil inisiatif mengatasinya saja,” katanya.

Walikota Bambang Musyawardana  mengharapkan pekerjaan selesai segera. Karenanya, masalah yang dilapangan harus diatasi segera seperti kemacetan dan juga banjir yang sudah mengancam.

Akibat pembangunan itu arus lalulintas di Jalan Matraman belakangan ini macet total. Pengendara banyak yang mengeluh karena antrean kendaraan bisa mencapai 5 km. Menempuh jarak 3 Km buruh waktu lebih setengah jam.

Krosing Matraman ini diharapkan mengatasi genangan di Jalan Matraman dan juga sekitar perempatan Matraman yang biasa terjadi.

Yazied menyebutkan utilitas kabel itu akan direkayasa sehingga tidak menggangu saluran.

Asisten Pembangunan Jakarta Timur, Syofian Taher, mengatakan masalah utilitas ini sudah lama disampaikan namun tidak segera ditanggapi. Sementara, pekerjaan harus tetap berjalan.

“Pak Wali minta PU segera mengatasi agar saluran selesai dan aktivitas jalan tidak terganggu,” katanya. (chotim)

  • Mangap

    Bisa nggak kabel dll ditaruh dibawah atau diatas saluran ?
    Coba panggil pihak terkait dan beri ultimatum. kalau sekian hari nggak diberesin diputus