Saturday, 16 November 2019

Bertemu WNI di Timor Leste, Jokowi Janji Perbaiki Kondisi Perbatasan

Rabu, 27 Januari 2016 — 12:03 WIB
Presiden Jokowi  menyempatkan bertemu WNI di KBRI, Dili, Timor Leste (26/1). (foto: Setkab)

Presiden Jokowi menyempatkan bertemu WNI di KBRI, Dili, Timor Leste (26/1). (foto: Setkab)

JAKARTA – Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi kunjungannya menyempatkan untuk hadir menemui warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Timor Leste, Selasa (26/1) petang pukul 18.45 waktu setempat.

WNI yang berkumpul di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) terlihat sangat gembira dengan kesediaan Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana menyempatkan diri untuk bertemu.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan, pembangunan saat ini bukanlah Jawa sentris namun Indonesia sentris. Nantinya, lanjut Jokowi, wilayah perbatasan Indonesia akan makin diperbaiki dan ditingkatkan.

“Saya kan nanti Desember ke Kupang, Bapak/Ibu bisa bertemu lagi dengan saya di sana,” ujar Presiden seraya menyampaikan waktu yang dimilikinya sedikit di pertemuan tersebut.

Perbaikan perbatasan bukan hanya di NTT, Presiden Jokowi sampaikan daerah yang lain seperti Entikong juga jadi perhatian pemerintah pusat.

Program pembangunan ke depan, menurut Presiden, adalah dari pinggiran atau desa. “Prioritas adalah daerah di Bagian Timur,” jelas Presiden.

Jalan Tembus ke Perbatasan

Contoh daerah lain yang baru saja dikunjungi Presiden adalah Nduga. Untuk itulah, Presiden Jokowi minta nantinya ada jalan tembus dari Wamena ke Nduga. “Saya ndak mau tahu yang penting selesai. Perintah saya adalah selesai,” tegas Presiden.

Selesai menemui WNI  di KBRI Dili, Timor Leste, Presiden Jokowi kembali ke Jakarta, Selasa (26/1) petang sekitar pukul 19.00 waktu setempat.

Dalam kunjungan kerja ke Timor Leste ini, Presiden Jokowi didampingi oleh Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menlu Retno LP Marsudi, Seskab Pramono Anung, Menteri KP Susi Pudjiastuti, Menpora Imam Nahrawi, Kepala BIN Sutiyoso, Kepala Basarnas Henry Bambang Soelistyo, dan Kepala ANRI Mustarilrawan. (win)