Sunday, 17 November 2019

Ketum Kowani: Batasi Akses Remaja Terhadap Internet

Senin, 1 Februari 2016 — 10:00 WIB
Foto- Ketua Umum Kowani Giwo Ribuanto.

Foto- Ketua Umum Kowani Giwo Ribuanto.

JAKARTA (Pos Kota)- Akses anak-anak dan remaja terhadap internet seharusnya dibatasi. Kecuali untuk keperluan sekolah, itupun harus didampingi guru atau orangtua.

Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto menilai idealnya anak dan remaja hanya boleh menggunakan gawai dengan fasilitas internet maksimal 2 jam per hari.

“Selama dua jam itu pun orangtua tetap harus mengawasi, tidak boleh lepas begitu saja,” papar Giwo.

Pembatasan penggunaan gawai bagi remaja dan anak menurut Giwo sangat penting mengingat belakangan banyak sekali situs-situs sesat, porno dan radikal bertebaran di dunia maya. Tanpa pendampingan dan pembatasan akses terhadap internet, maka anak dan remaja akan menjadi korban tindak kejahatan berbasis internet.

Giwo mengingatkan bahwa kemajuan teknologi informasi selalu membawa dampak positif dan negatif. Tetapi dengan kondisi jiwa dan emosi anak dan remaja yang masih mudah dipengaruhi, maka tidak menutup kemungkinan oknum pelaku kejahatan berbasis internet menyasar remaja sebagai korban.

“Itulah dampak negatif dari kemajuan teknologi yang harus kita ingatkan terus kepada masyarakat,” tambahnya.

Giwo juga mengatakan bahwa keluarga menjadi basis pertahanan pertama bagi anak-anak agar tidak terkena dampak negatif dari internet. Karena itu perlu dilakukan pengawasan dan pembinaan oleh orangtua.

Sayangnya, saat ini banyak orangtua justeru memberikan anak gawai dengan teknologi canggih lengkap dengan paket data internet. Alasannya, orangtua sibuk bekerja sehingga tidak memiliki waktu untuk beraktivitas bersama dengan anak-anak.

Diakui Giwo, jaman sekarang memang lepas sama sekali dari gawai tidak mudah. Karena komunikasi ditengah aktivitas yang semakin sibuk akan efektif dilakukan melalui telepon. Tetapi hendaknya telepon yang diberikan kepada anak bukanlah telepon genggam dengan teknologi yang canggih.

“Kalau bisa berikan HP yang jadul yang hanya bisa untuk sms dan telepon. Tidak untuk buka internet dan media sosial,” pungkas Giwo.
(inung/sir)

Terbaru

Lutfi JW. (mia)
Minggu, 17/11/2019 — 22:00 WIB
Bersama Roy Kiyoshi
Ruben Onsu Disarankan Undang Penuduh Pesugihan Makan Siang Bersama
Sebuah alat berat mulai mengeruk saluran air di Jalan Agung Perkasa VII, Tanjung Priok. (deny)
Minggu, 17/11/2019 — 21:47 WIB
Cegah Banjir, Saluran di Sunter Agung Direfungsi
Salah satu pasangan nikah isbat di aula Kel. Pondok Aren, Tangsel, saat melakukan ijab kabul. (anton)
Minggu, 17/11/2019 — 20:46 WIB
Ratusan Pasutri di Tangsel Ikuti Sidang Isbat Nikah